The Politics of Stuntman

Oleh : Arya Hadi Darmawan

Mengapa ada orang yang getol dan semangat sekali mengejar kebenaran pak Jokowi mengendarai motor saat acara pembukaan Asian Games 2018 tadi malam. Jika benar, kenapa? Jika hal itu peran stuntman, untuk apa hal ini disoal? Akal sehat, sudah mengatakan pasti semua adegan itu bukan pak Jokowi yang lakukan, melainkan stuntman yang melakukan. Kenapa hal seperti ini harus dipolitisir? Karena seperti juga film Mission Impossible yang dibintangi oleh Tom Cruise. Adegan-adegan berbahaya yang dimainkan oleh aktor berparas ganteng pujaan para wanita di USA ini pun (yang sejatinya dimainkan oleh stuntmen) akan mendulang ketenaran bagi sang bintang. Pada film mission impossible yang penuh action stuntmen itu, Tom Cruise lah yang ngetop dan digandrungi banyak wanita bahkan para pria pun ngefans di kemudian hari.

Kejadian sukses pak Jokowi yang menaiki motor bak Tom Cruise beraksi di film "Mission Impossible Ghost Protocol" itu pun diperkirakan bakal membuat pak Jokowi tenar. Soal tenar inilah yang kemudian jadi soal. Padahal maksud Presiden Jokowi tadinya, ia hanya ingin menghibur rakyat dengan tontonan milenial semata. Tak dinyana ada decak kagum dan pujian dari massa yang berdampak politis berupa makin tenarnya pak Jokowi. Dampak politis yang beresonansi kepada kapasitas mendulang elektabilitas yang meningkat. Ini soal Pilpres ujungnya.

Kembali kepada soal stuntman yang disoal oleh para politisi. Jadi, sebetulnya hal itu hanya alasan untuk melakukan penyangkalan/derekognisi/delegitimasi/netralisasi atas prestasi-kesuksesan tim Pak Jokowi yang luar biasa pada acara pembukaan Asian Games 2018 tadi malam. Delegitimasi itu penting, karena secara sosiologis, bila legitimasi pak "Tom Cruise" dalam adegan motor di pembukaan Asian Games 2018 itu meningkat, maka hal itu tidak akan menguntungkan bagi pesaingnya "Tom Cruise".

Melihat betapa antusiasme masyarakat atas acara pembukaan Asian Games tsb tentu menjadi indikator politis awal, tentang naiknya elektabilitas sang "Tom Cruise" tadi. Acara yang telah membuat siapapun bangga akan keIndonesiaan kita itu, dianggap sebuah ancaman politis bagi lawan pak "Tom Cruise". Apalagi pujian mengalir dari negara-negara tetangga. Lalu dicarilah celah untuk mendelegitimasi, apapun caranya. Hal ini, bila tidak dilakukan bisa menjadi berita buruk bagi segolongan orang.

Singkat kata, dicarilah argumen tersebut dan masuklah soal stuntman dan soal motor, dst. Kisahnya tentu akan menarik. Siapa tahu, soal stuntman ini bakal masuk pansus di legislatif. Atau soal stuntman dilaporkan ke bawaslu? Mungkin berlebihan. Tetapi kesuksesan Asian Games 2018 tak boleh dibiarkan demikian saja terjadi. Asian Games 2018 yang sukses adalah berita baik bagi pak "Tom Cruise", barangkali demikian pikiran beberapa orang yang terus saja menyoal soal adegan Mission Impossible ala Jokowi ini.

Saya hanya menganalisis. Betul dan salahnya, biar masa yang membuktikan. Demikian analisis saya soal "the politics of stuntman". Buntut politis acara pembukaan Asian Games 2018.

Salam petang
AHD

Sumber : Facebook Damar W

Monday, August 20, 2018 - 08:30
Kategori Rubrik: