Polisi Evakuasi Anak Cipinang Korban Persekusi dari Rumahnya

REDAKSIINDONESIA-Akhirnya negara hadir untuk anak berusia 15 tahun yang menjadi korban persekusi di Cipinang. Subdit Jatanras Polda Metro Jaya mengevakuasi Putra Mario Alvian yang videonya saat dia diintimidasi oleh para anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) menjadi  viral di media sosial. Di dalam video yang diunggah akun Facebook Aina Naila Akarna itu, Mario tampak dikerumuni oleh sejumlah orang yang mengintimidasi, sementara beberapa orang sesekali melayangkan tangan ke kepalanya.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan beserta anggotanya tiba di tempat Mario tinggal di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Kamis (1/6/2016) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi yang dihimpun, polisi sebelumnya membawa Mario dari sebuah rumah makan.

 

 

Mereka tiba dengan mengendarai 3 mobil Toyota Avanza yang bertuliskan Jatanras. Mereka langsung masuk ke dalam rumah dan berbincang dengan keluarga Mario.

Mereka tampak keluar dari rumah 15 menit kemudian. Mario beserta beberapa keluarganya ikut ke mobil polisi.

Hendy mengatakan, Mario akan dievakuasi terlebih dahulu ke tempat yang aman. Namun, Hendy enggan membeberkan Mario akan dievakuasi kemana.

"Dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari intimidasi dari kelompok ormas," kata Hendy di lokasi.

"Nantinya saja keterangannya di Jarantas Polda," sambung Hendy saat ditanya kembali akan dievakuasi ke mana.

Kedatangan anggota kepolisian itu menarik perhatian warga sekitar. Warga tampak mendekar dan mencari-tahu apa yang terjadi. Namun, warga membubarkan diri pukul 16.30 WIB sebab polisi telah meninggalkan lokasi. 

 
Sementara itu dari sejumlah foto yang dirilis pihak kepolisian, Mario tak hanya didampingi polisi, namun juga didampingi sejumlah orang berseragam hijau, kemungkinan besar merupakan seragam  Banser (pasukan pengamanan pemuda Ansor, Nahdlatul Ulama). 
 
Pada bagian lain, menurut sebuah sumber Mario disebut tak bisa melanjutkan sekolah di tempat sekolahnya sekarang akibat kejadian yang menimpanya. Untuk alasan keamanan dia kemungkinan akan pindah ke sekolah lain. 
 
 
 
(Berbagai sumber)
Thursday, June 1, 2017 - 20:30
Kategori Rubrik: