Polisi Brutal

ilustrasi

Oleh : Arif Maftuhin

Membaca tulisan seorang akademisi yang disegani dan menyebut polisi brutal, saya koq gelisah. Saya bukan ahli tetapi saya rasa sebagai sesama bukan ahli, boleh dong saya berpendapat juga.

Saya akan menulis lebih panjang dari tulisan beliau. Saya harap Anda bisa mengoreksi saya atau menambah jika ada yang kurang. Saya mencoba melihat dalam tiga tahap: niat, proses, akibat.

NIAT

#Polisi#
Niat: mengamankan Bawaslu dan menegakkan aturan aturan soal unjuk rasa (maksimal pukul 18.00 harus bubar). Dari yang diucapkan: tidak berniat menggunakan senjata/peluru tajam dan dibuktikan dengan ribuan polisi bersenjata pentungan dan tameng.

#Demonstran#
Ada banyak kelompok yang datang dengan niat yang berbeda dan bisa dibedakan nanti dalam proses
- Sekelompok: unjuk rasa saja. Berniat tertib yang ditunjukkan lewat surat ijin unjuk rasa (ada sekitar 5 kelompok yang mengirimkan surat ke polisi, correct me if I am wrong)
- Sekelompok: membuat rusuh. Bisa dilihat dari alat yang mereka bawa. Saat razia di stasiun Bogor misalnya, polisi menememukan ketapel.
- Sekelompok: berniat mati di Jakarta. Niat ini bisa dilihat dari banyak sekali status di media sosial. Entah mereka beneran mau mati atau tidak, niat datang untuk mati ini bertebaran di media sosial.

Kita bisa lebih detil dari 'niat' untuk melihat para aktor lapangan ini. Misalnya dari tujuan. Tidak semua yang datang itu pendukung 02. Tidak semua yang datang peduli dengan pemilu. 
Saya haqqul yaqin, HTI dan anteknya juga datang. Untuk apa? Membela Prabowo? Membela pemilu jurdil? Ah. Mereka tidak peduli. Musuh mereka demokrasi. Dimana ada kesempatan menghancurkan demokrasi, di situ mereka akan gunakan. Anda lihat bendera mereka berkibar-kibar di barisan depan demonstran pada hari H.

PROSES

#Polisi#
Sesuai niat, polisi berusah keras untuk tidak mengambil tindakan represif. Anda bisa lihat di banyak sekali video (cek Youtube) SEBELUM bentrok bagaimana polisi terus menerus meminta, memohon, agar demonstran pulang. Contoh: https://youtu.be/0OKHk4wTHXM 
Niat polisi tidak goyah bahkan ketika tindakan provokasi sudah MELAMPAUI BATAS UNJUK RASA. Batu, petasan, sampai bom molotov sudah diarahkan ke polisi, tetapi polisi bergeming, satu komando, rapat berlindung di balik tameng mereka. No action yet.

#Demonstran#
- Sesuai niat, sebagian demonstran sudah membubarkan diri. Karena memang berniat demo saja.
- Sesuai niat, sebagian tidak membubarkan diri
Kelompok ini tentu bukan demonstran. Seperi yang tertangkap polisi, banyak preman bayaran. Seperti tertangkap kamera: Banyak anak HTI berbendera khilafah berada di garda depan. Sampai dengan tahap ini, sebagian niat mereka sudah terwujud: bikin rusuh.

------------
AKIBAT
#Polisi# 
- Mulai mengambil tindakan. Anda lihat di video ini bagaimana polisi secara bertahap memgambil tindakan. Memisahkan masyarakat yang menonton dengan perusuh. Anda bisa bayangkan kalau Anda di lapangan, memisahkan dua kelompok ini saja pasti sulit. Kalau ada salah tangkap dan salah sasaran, apa alasan untuk menyalahkannya? Tetapi polisi jelas berusaha memisahkan mereka. Jangankan manusia, motor pun diselematkan dulu sebelum tindakan dilakukan. Contoh: https://youtu.be/zN8cWQMGI1E
- Polisi lalu mengambil tindakan. Jika ada satu dua insiden seperti terekam di video dekat masjid itu, konteksnya seperti ini. Tidak tiba-tiba. Anda pikir ratusan orang yang tertangkap itu bisa ditangkap dengan himbauan untuk masuk mobil? Dielus-elus kepalanya pada ngumpul?
#Demonstran#
- Lari tunggang langgang, kacau balau, ada yang terus membalas dengan batu, ada yang bakar-bakar, ada yang kena gas air mata, ada yang kena pecahan beling, ada yang digebuk polisi, dst. Ada yang tertembak entah oleh siapa.
- Sesuai niatnya: ada yang mati!

-------------

Kesimpulannya: Polisi Brutal? Pak Mun'im Sirry di sinilah saya berbeda dengan Anda. Saya menulis panjang juga demi tulisan Anda.

Saya bukan ahli. Kalau mau ahli bicara, ini saja ditonton:https://youtu.be/S_fuVk2JUGk

Sumber : Status Facebook Arif Maftuhin

Tuesday, May 28, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: