Polemik Sumber Waras, Antara Kemanusiaan Vs Kebencian

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Bacalah dengan nurani : di lahan Ex Sumber Waras akan ada 1000 ranjang untuk penderita kanker dan 1026 ranjang untuk penderita stroke dan lumpuh otak. Akan ada 500 kamar pelayanan variatif.

Jika ada pasien tidak mampu dan kankernya sudah stadium 4, mereka tidak perlu pulang. Mereka diobati dan tinggal di apartemen di Sumber Waras bersama keluarganya. Supaya meninggal dengan terhormat. Sebagai orang mampu.

Silahkan juga baca putusan KPK bahwa tidak ada korupsi dalam penjualan tanah RS.Sumber Waras. Baca dengan penuh kewarasan jangan penuh kebencian.

Baca dan baca lagi dengan nurani.

Kemudian bandingkan cara gabener dan wagabener memperlakukan ribuan penderita kanker. Mereka bertingkah seperti pendukungnya yang mengusir mayat dari masjid. Keduanya membiarkan kondisi RS Dharmais dan RSCM sesak dipenuhi penderita kanker. Mereka yang antri menahan sakit. Berkejaran dengan waktu menahan kanker menjalar agar nyawanya tidak terenggut begitu saja.Hanya karena terlalu lama antri.

Gabener dan wagabener tidak perduli. Keduanya bak perantara pencabut nyawa penderita kanker yang sangat membutuhkan bantuan. Sama sekali tidak ada rasa welas asih dan kasihan kepada mereka yang sakit berat. Hati dan otak mereka tertutup karena kebencian yang dicoba ditutup dengan penuh kegugupan hingga kerja tiga bulan, hasilnya berantakan.

Ambisi mengungkit kembali Sumber Waras bukti ketidak warasan mereka. Bukti ambisi kekuasaan hanya dipergunakan untuk mengejar pengakuan selembar kertas Wajar Tanpa Pengecualian. Tanpa memperhatikan unsur kemanusiaan.

What The Hell..

Semoga Tuhan melindungi kita semua, termasuk mereka yang berjuang melawan kanker dan seluruh keluarganya.

Gusti Allah mboten sare...

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Monday, January 8, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: