Polemik Soal Vaksin

ilustrasi
Oleh : Munawar Khalil
Salah satu rujukan penting ketika melakukan interaksi sosial adalah menghindari berbicara tentang suatu topik tanpa ilmu dan literatur. Basis ilmu adalah data. Orang yang bicara tanpa ilmu cenderung lebih mengedepankan sifat emosional ketimbang nalar pengetahuannya.
Tapi jika tidak ada jalan untuk menguasai suatu pengetahuan maka janganlah jahil terhadap masalah yang kita tidak tahu, apalagi membuat propaganda lalu berprasangka negatif atasnya. Masalahnya, sebagian orang 'merasa' tahu, padahal ia tak punya ilmu untuk sekedar berusaha tahu. Terutama ketika berkomentar mengenai vaksin yang ranahnya adalah ilmu kesehatan.
Sebenarnya, tanpa ilmu kesehatanpun kita juga bisa menggunakan nalar dengan rumusan sederhana. Misal, bahwa urutan dikeluarkan, diedar, lalu disuntikannya vaksin dalam dunia medis itu dipastikan menggunakan tahapan-tahapan dan syarat-syarat ketat sebelumnya, terutama uji klinis. Artinya ketika sampai kemasyarakat vaksin itu sudah diuji coba kebeberapa sampel, termasuk mengkaji hasil-hasil uji klinis dari negara lain yang secara umum sudah lolos atau berhasil.
Mengenai efek samping, memang tidak ada obat atau vaksin yang efek sampingnya berasio nol. Ditambah kita juga tahu, tiap orang itu beda daya tahan tubuh dan karakteristik DNA-nya. Hanya saja tidak semua efek samping itu negatif, ada beberapa efek samping yang juga positif untuk tubuh.
Rasanya tidak pernah ada dalam sejarah pemerintah menyediakan vaksin berbahaya untuk rakyatnya sendiri. Apalagi disaat darurat ketika kita tengah berpacu dengan waktu maka manajemen resiko bencana harus diambil.
Artinya untuk luasan negara besar dengan banyak pulau vaksin ini harus stand by. Dan dipenghujung, begitu emergency use authorization (EUA) keluar dalam hitungan beberapa hari kedepan vaksin akan serentak disuntikkan karena sudah tersedia diseluruh wilayah tanpa harus menunggu waktu distribusi.
Sedangkan kalau menunggu vaksin buatan Arab keluar pastilah akan lama. Dan bagi orang-orang yang cuti nalar, terlambat vaksin pasti lebih masalah lagi.
Sumber : Status Facebook Munawar Khalil
Sunday, January 10, 2021 - 10:45
Kategori Rubrik: