Polah Joko Tjandra

ilustrasi

Oleh : Heri Tanjaya

Seseorang punya bank gede , saking kaya nya dia .
Karena kelebihan likuiditas , bank milik dia beri hutang gede 428,25 M dan USD 45 juta ke salah satu bank umum .
Dan 200 M ke bank umum lainnya , semua itu belum termasuk perhitungan bunga . Ada satu bank lagi , tapi nggak terlalu gede hutang yg dia beri .

Itu murni duit bank dia lho .
Eh , 2 bank yg diberi hutang itu ditagih sulitnya bukan main .
Permainan ini diawali dengan pat gulipat bank sentral negeri atas awan .
Sebagai bank sentral negeri atas awan , permintaan tolong bantuan tagih si tajir ditolak , dengan kedok ujungnya bank si tajir ini mmg akan dibunuh ( supaya ke 2 bank umum tersebut tidak perlu bayar hutang ) .

Permainan berlanjut , muncul makelar tagih dengan inisial setnov , dia adalah bendahara partai besar negeri atas awan ( logo partainya pohon gede ,dgn background / warna dasar kuning ) .

Untuk penagihan ini setnov bikin perusahaan baru , namanya EGP ( emangnya gua pikirin ) .
Total tagihan saat itu sekitar 3 T , dan EGP minta fee separo dari hasil tagihan .
Ternyata yg berhasil ditagih , nggak sampai 1 T ( hanya 905 M ).
Miris nya , duit si tajir hanya dikembalikan 359 M.
Yang 546 M , masuk kantong EGP dan untuk bancakan .
Duit yg cuma 546 M ini , sebagian digunakan untuk dana kampanye salah satu capres bergenre laki laki dalam Pilpres negeri atas awan th 1999.
Edyan kan .

Wes ruwet .
Ada beberapa benang ruwet , dan target yg harus dibidik adalah si tajir tersebut .

Inti nasehat , kalau kita tajir , jangan beri hutang ke orang lain, dan jangan pernah percaya makelar tagih dengan gelar politikus .

Oh , iya si tajir negara atas awan itu namanya Joko Tjandra .
Tunggu sabar ya , komik negara dan negeri atas awan sedang dalam proses cetak .
Ntar komik tersebut bisa dibeli secara online .

Sumber : Status Facebook Heri Tanjaya

Saturday, August 1, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: