PLN Siapkan Rp 1,7 Triliun Tahun Depan untuk Terangi 390 Desa di Papua

REDAKSIINDONESIA-PT PLN (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk melistriki 390 desa di Papua pada tahun 2017. Saat ini masih ada sekitar 3.500 desa di pelosok Papua yang belum terlistriki dengan baik.

"Untuk di Papua, kita kan investasikan Rp 1,7 triliun untuk sekitar 390 desa," kata Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, saat ditemui di P2B Gandul, Depok, Sabtu (24/12/2016).

Biaya investasi untuk melistriki desa-desa di Papua tahun depan ini naik 6 kali lipat dibanding anggaran pada 2016. Tujuannya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Papua yang ditargetkan dapat mencapai 75% pada 2019.

"Rasio elektrifikasi di Papua masih 45%. Di 2017 kita genjot elektrifikasi dengan menaikkan anggaran. Sebelumnya pada 2016 anggaran listrik desa untuk Papua hanya Rp 300 miliar, jadi naik hampir 6 kali lipat," paparnya.

Ada beberapa cara yang akan ditempuh PLN untuk menerangi desa-desa tak berlistrik di Papua. Kalau desa tersebut masih terhubung oleh jalan raya dengan desa lain yang sudah berlistrik, PLN tinggal memperpanjang jaringan distribusi dari desa yang sudah berlistrik saja.

"Kalau bisa dijangkau jalan darat, kita tarik jaringan dari desa terdekat," tukasnya.

Bila lokasi desa terisolasi, belum terhubung jalan raya, PLN bisa memasang pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) apabila lokasinya masih bisa dijangkau lewat darat untuk mengantar solar ke sana.

"Kalau masih bisa dijangkau dengan jalan darat untuk memasok BBM dengan harga murah, kita pasang PLTD," kata Haryanto.

Tapi kalau lokasinya sangat sulit dijangkau, butuh biaya sangat mahal untuk mendistribusikan solar ke sana, mustahil pakai PLTD. Maka PLN akan membuatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan lainnya yang terdapat di desa itu.

"Kalau nggak bisa juga (PLTD), kita pasang PLTS sambil menunggu energi terbarukan lainnya seperti PLTMH (mikro hidro) dan sebagainya," tutupnya.(detik.com) **

Sunday, December 25, 2016 - 10:30
Kategori Rubrik: