PLN Oh PLN

ilustrasi

Oleh : Desrinda Syahfarin

Dulu, lebih dari 20 tahun yang lalu, saya masih belajar di Teknik Elektro UI jurusan Arus Kuat. Salah satu mata kuliah dosennya adalah Dirut PLN waktu itu, dan saban Sabtu kami harus ke bilangan Blok M karena kesibukan beliau nggak memungkinkan mengajar di Depok di hari kerja normal maka kami belajar di ruang meeting direksi di kantor pusat PLN.

Bapak Ir Djiteng Marsudi mengajar Sistem Tenaga Listrik, text book nya adalah karya beliau sendiri. Mengajarnya runut, bahasanya sederhana sehingga mudah dimengerti, rasanya sekelas saya mendapatkan nilai A atau B waktu itu bukan karena kuliahnya gampang tapi karena beliau sukses mentransfer ilmu kepada kami semua.

Pak Djiteng menjabat Dirut PLN selama tahun 1995-1998, waktu itu jaringan distribusi listrik belum seperti sekarang. Waktu di Afghanistan dan Pakistan saya merasakan listrik byar pet puluhan kali sehari, saya perhatikan begitulah sistem tenaga listrik di Indonesia dulu sampai saya sempat ingin ketemu menteri ESDM di sana untuk menyarankan mereka belajar sistem distribusi daya PLN di Indonesia.

Jadi "kualat deh lo" karena ternyata hari ini PLN mengalami failure yang luar biasa memalukan. Rawamangun tanpa listrik selama 9 jam! Efeknya kacau balau itu perempatan Sunan Giri dan Arion Plaza karena lampu lalu lintas nggak berfungsi, bagus ada beberapa orang petugas Dishub. Mall yang punya genset sih masih bisa beraktivitas dengan sumber listrik cadangan (beberapa ada yang tutup juga kayak Trans Mall Cibubur), tapi UMKM semacam salon atau resto rumahan ya kolaps. KRL dan MRT pun terganggu. Air PAM nggak mengalir. SPBU nggak beroperasi. Sistem telekomunikasi seluler down, kayaknya semua operator di sebagian besar BTS-nya nggak on air, nggak ada akses mobile internet. Apa kabar bisnis "yang online online itu"? Semoga mereka yang dirugikan akan mendapat kompensasi selayaknya sesuai pernyataan PLN.

https://tirto.id/jabodetabek-mati-listrik-pln-akan-beri-kom…

Memalukan! Karena lebih dua puluh tahun yang lalu Pak Djiteng sudah mencanangkan "zero power off" supaya suplai listrik PLN 100% nyala terus melalui pembentukan jaringan (grid) di Pulau Jawa.

Waktu itu jaringan kelistrikan nggak ada integrasi, nggak terkoneksi satu sama lain, jadi kalau ada pembangkit yang trip maka matilah listrik di satu daerah layanannya. Dengan latar belakang ilmu yang beliau kuasai, juga pengalaman sebagai GM pertama yang mengoperasikan sistem 500kV di Pulau Jawa (tahun 1983), Pak Djiteng membuat jaringan yang terkoneksi sehingga keputusan dan kebijakan pembagian energi se-Pulau Jawa diatur oleh satu komando yaitu satu GM (General Manager) dan bukan lagi atas wewenang dari manager per wilayah yang pada saat itu masih dibagi menjadi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

https://www.priskop.com/ir-djiteng-marsudi-dari-hobi-menga…/

Interkoneksi artinya begitu satu pembangkit kehilangan daya maka pelanggan di daerahnya tetap akan menikmati suplai tenaga listrik dari pembangkit di daerah lain. Sepertinya sederhana tapi operasional cukup rumit mengingat keterbatasan sumber daya dan teknologi waktu itu.

Jadi, buat saya, PLN sangat memalukan bahwa hari ini ternyata (katanya) gangguan di Ungaran-Pemalang menyebabkan turun tegangan di daerah lain lalu menjadikan pembangkit di Suralaya kelebihan daya sehingga trip satu demi satu...akhirnya mati dah semuanya.

Semudah itukah hare gene melumpuhkan sistem listrik se-Jawa? Padahal "Jawa adalah koentji", menaklukkan negara ini cukup dengan menguasai Jawa tempat obyek-obyek vital berada (bagus juga kalau ibukota pindah ke Kalimantan just in case kejadian kayak dulu selama agresi Belanda 1945-1949 sempat Jakarta mereka kuasai maka ibukota sempat dipindahkan ke Jogja, Padang, Aceh demi mempertahankan kedaulatan bahwa "pemerintahan NKRI masih ada").

PLN harus introspeksi, panggil aja lagi para pakar kelistrikan Indonesia untuk memberi masukan peningkatan sistem dan layanan. Janganlah kejadian listrik padam berjam-jam serasa di negara yang sedang perang seperti Suriah. Apalagi dirut periode barusan kena kasus korupsi, malu ah. #savePLN

PS.
1. Bukunya Pak Djiteng ini enak dibaca buat umum juga lho, nggak mesti mahasiswa Teknik Elektro Arus Kuat.
2. Berguna juga beli lampu yang nyala dengan colokan USB ke power bank gini, lilin zaman now yang bebas bahaya kebakaran. Pada beli deh.

Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin

Monday, August 5, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: