Playing Victim : Mayoritas Merasa Terdzolimi

Ilustrasi

Oleh : Alexander Siagian

Inti dari tulisan kwetiauw ini adalah bahwa muslim di Indonesia sekalipun mayoritas, ternyata tidak dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar. Benarkah demikian?

Presiden dan wakilnya muslim. Begitu juga para menterinya. Anggota legislatif sebagian besar muslim, begitu pula pejabat badan yudikatif. Panglima TNI dan Kapolri juga muslim. Pokoknya sebagian besar jabatan publik di negeri ini dijabat oleh muslim. Jadi siapa yang menzalimi muslim? Hindu, Buddha, Kristen, atau penghayat kepercayaan?

Oh mungkin maksudnya walau muslim yang menjadi penguasa tetapi kebijakannya tidak sesuai Islam bahkan menghambat umat Islam menjalankan ajaran agamanya. Oh ya? Adakah shalat dilarang? Atau masjid diruntuhkan? Apakah muslim dilarang berpuasa Ramadhan? Atau mungkin dilarang berhaji ke Tanah Suci? Nyatanya negeri ini sangat menjamin umat Islam menjalankan hal-hal itu. Buktinya urusan haji didasilitasi oleh negara, bahkan pengurusan haji Indonesia dinilai yang terbaik dibandingkan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Ternyata tidak semua orang merasa itu sudah cukup. Banyak yang merasa Indonesia tidak atau kurang Islami karena tidak menerapkan syariat Islam sebagai dasar hukum dan pemerintahan, termasuk soal hukum pidana. Beberapa malah menghendaki negara ini bubar dan dilebur bersama negara-negara mayoritas muslim lainnya menjadi satu negara multinasional yang disebut “khilafah Islamiyah”.

Maaf ya, kalau cita-citanya membubarkan NKRI dan meleburnya bersama negara-negara lain menjadi suatu negara yang katanya berdasarkan syariat Islam, itu namanya makar, walau anda mengembel-embeli dengan “ajaran agama”. Atau jika anda menghendaki orang “kafir” di negeri ini diperlakukan sebagai “anak kos” dengan alasan sesuai “hukum Tuhan”, maaf kalau anda terpaksa ditendang keluar dari negeri ini.

Sumber : Postingan Alexander Siagian Pada Group FB Diskusi Pluralis

Tuesday, January 16, 2018 - 17:15
Kategori Rubrik: