PKS Telan Ludah Sendiri

 

Oleh: Denny Siregar

Jokowi ini memang menarik. Apa yang dilakukannya ini mau tidak mau menjadikan lawan politiknya berpikir ulang untuk bertarung dengannya. Musuh politiknya harus mulai merekalkulasi strategi-straegi politiknya. Apa yang dilakukan PKS dengan berkunjung ke Jokowi adalah sebuah langkah maju dalam dunia perpolitikan. Jika biasanya sebuah partai politik hanya mau loyal kepada penguasa yang menawari mereka jabatan maka dalam periode ini bahkan yang oposisi pun menyatakan bahwa mereka loyal kepada pemerintahan.

Baru kali ini PKS ragu dalam mengambil sikap menentukan angin mana yang harus mereka ikuti. Satu kaki mereka masih di KMP karena memang tempatnya mereka di sana dan tidak mungkin mereka mendapat tempat di pemerintahan Jokowi. Tetapi mereka juga tidak ingin kehilangan angin sehingga, mau tidak mau mereka harus merapat meski bahasanya disamarkan sebagai "oposisi loyal".

Dan seperti biasanya oportunis, mereka pun langsung mencari simpati masyarakat dengan melarang kadernya melakukan hate speech kepada Jokowi. Mereka ingin nilai mereka di mata pendukung Jokowi menaik. Dan salah satu kadernya yang terbaik, yaitu Fahri Hamzah kemungkinan besar akan ditarik untuk menunjukkan itikad mereka.

Disinilah nampak kemenangan Jokowi dalam memainkan caturnya. Ia tidak perlu berhadap-hadapan langsung dengan musuh politiknya. Ia cukup melakukan sesuatu untuk menarik simpat rakyat, dan mau tidak mau musuh politiknya berpikir ulang untuk langsung berhadapan dengan Jokowi. Bisa bahaya, bisa hancur suara mereka nanti.

Jadi, "sekelas" PKS pun mau tidak mau harus kompromi. Sekarang mereka harus juga kompromi kepada pihak lawan. Lepas dari strategi PKS yang ingin mencari keuntungan dari naiknya nama Jokowi, minimal mereka sekarang tidak lagi menjadi batu sandungan yang berarti dalam kebijakan pembangunan yang diprogramkan pemerintah selama 5 tahun ini.

Tinggal Jonru yang sakitnya tuh di sini. Ia kadung sudah memposisikan diri sebagai "lawan abadi" karena mendapat banyak keuntungan dari penjualan sprei di sana, sekarang harus menelan sprei-nya sendiri. Bayangkan, bagaimana dia harus bersikap? Satu sisi ia butuh kader PKS sebagai follower-nya, satu sisi lagi ia harus kehilangan bahan untuk menaikkan namanya.

Mirip Smeagol dalam film Lord of the Rings, jika dia ingin tetap eksis mau tidak mau ketika berhadapan dengan Jokowi dia harus nyengir-nyengir kuda sambil meremas tangannya dan berkata geram, "My Precious ...." Habis itu dia permisi ke toilet dan muntah-muntah sampai menggigil.

Sumber : Denny Siregar

Thursday, December 24, 2015 - 12:45
Kategori Rubrik: