PKI? Jhancuk...!

Oleh: Drajat Hari Suseno

Jaman ORBA, stigma atau isu PKI sangat ampuh digunakan untuk meredam gerakan perubahan atau menghantam ekstrim kanan maupun kiri, atau orang-orang yang kritis terhadap penguasa. Begitu ada letupan kecil, tuduhan "gerakan PKI" atau "PKI bangkit" langsung melumpuhkan atau membungkam gerakan itu. Bisa dimengerti karena PKI belum lama tumbang ketika ORBA berkuasa. Padahal orang-orang PKI ditahan di Nusa Kambangan atau Pulau Buru.

Keampuhan isu PKI itu masih seksi digunakan untuk tujuan politik. Beredar foto Jokowi duduk di dekat DN Aidit yang sedang pidato. Foto itu aslinya diambil tahun 1960an, umur Jokowi sendiri mungkin baru 1-2 tahun, lalu diedit trus disebarkan. Lalu dibuat jajak pendapat, 3 % atau 9 juta orang percaya Jokowi PKI. Ini kan gila. Manipulatif...janchuk.

Hari-hari belakangan ini, orang-orang PKI beneran (kalo masih ada yg hidup dan ngerti medsos) barangkali menggerutu dan misuh-misuh janchuk kepada mereka yg suka bawa dan jual nama PKI utk mengadu domba anak bangsa.
Dalam pikiran mereka mungkin, PKI itu sdh tinggal kenangan. Orang-orangnya, kalo masih hidup, mungkin usianya sudah di atas 80an, jalan aja sdh susah, makan-minum-tidur aja sdh nggak teratur, masih pula diisukan bangkit kembali. "Bangkit dari kubur? Janchuk...mikir realistis dikit ngape. Udah tua bangkotan masih ditunggangi pula...janchuk!!"
Lalu yg suka bawa-bawa nama PKI, "Ini kan PKI gaya baru. KGB - komunis gaya baru?"
Orang-orang lalu tanya, "Komunis gaya baru itu gimana?"
Mereka jawab, "Komunis gaya baru yang liberal itu lho..."
"Janchuuuuk...komunis gaya baru kok liberal. Tolol dipelihara...komunis ya komunis, liberal ya liberal. Mosok komunis yang liberal...itu tolol namanya. Janchuk !!!"
Orang yg suka bawa nama PKI atau komunis utk memecah belah anak bangsa itulah komunis sesungguhnya. Minimal sdh pakai gaya PKI. Janchuk...

(Sumber: Facebook Drajat Hari Suseno

Wednesday, July 1, 2020 - 20:00
Kategori Rubrik: