PKI Hidup Lagi?

Oleh: Nurul Indra
 

PKI adalah nama sebuah organisasi partai politik, seperti PKS, gerindra, PDIP, PKB. PKI sudah bubar, sudah dibubarkan sejak lama dan dilarang keberadaannya karena dianggap makar dan tukang rusuh. Lebih dari itu, PKI dianggap anti agama, pembunuh, penjahat, dan segala keburukan lainnya.

Padahal sebetulnya sejarah tentang kudeta PKI itu masih samar-samar. Bukti dan saksi belum cukup, belum bisa diadili persoalannya. Fakta-takta yang bertentangan dengan hal yang menyebutkan PKI main kudeta itu juga ada. Sejarah PKI versi Soeharto itu banyak yang janggal.

Tentang tukang rusuh, pembunuh, penjahat yang menghalalkan segala cara itu karena dikaitkan dengan kisah pembantaian oleh PKI sebagaimana yang dituturkan oleh sejarah. Sejarah yang masih samar-samar juga. Banyak juga sejarah alternatif yang menceritakan hal berbeda. Saksi-saksi yang akhirnya mau bicara, bahwa banyak sekali korban yang dituduh PKI dan dibantai secara kejam. Siapa pembantainya? Siapa dalangnya?

Lalu, tentang PKI anti tuhan dan anti agama. Benarkah? PKI adalah partai komunis. Komunis adalah ideologi. PKI adalah partai yang menggunakan komunis sebagai ideoligi atau keyakinannya. Apakah komunis itu? Benarkan komunis mengajarkan anti tuhan dan anti agama?

Sekali lagi, komunis adalah ideologi. Ideologi adalah pandangan atau falsafah. Komunis adalah ideologinya rakyat kelas buruh. Kelas buruh itu kebalikan dari kelas kapitalis. Kapitalis adalah kelas sosial yang dianggap hidup dari menghisap kerja kaum buruh. Buruh itu dianggap sebagai, semcam budaknya kapitalis sehingga merasa harus memerdekakan diri. Komunisme pada dasarnya ingin menciptakan tatanan dunia tanpa penindasan. Apakah itu baik atau buruk?

Komunis sendiri berasal dari kata "komunal" artinya "bersama", kolektivitas, oleh karena itu komunisme tidak mengakui harta seseorang yang dapat menimbulkan monopoli. Inilah sebenarnya cita-cita awal komunisme, memuliakan persamaan derajat, meninggikan keadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi. Tidak heran jika ada yang mengatakan PKS itu mirip-mirip komunis, karena PKS juga menggunakan jalan yang sama untuk membesarkan partainya : harta pribadi adalah harta partai atau harta bersama.

Lalu, bagaimana komunis bisa diidentikkan dengan anti tuhan atau anti agama? Ini semacam doktrin politis. Sama seperti doktrin yang menanamkan dalam pikiran manusia tentang sesat dan kafir. Istilah yang untuk mendikotomikan baik dan buruk. Komunis anti agama dan anti tuhan adalah stigma untuk memaksa orang agar membenci komunis, di Indonesia khususnya adalah untuk menyudutkan PKI.

Penganut komunis di Indonesia pada umumnya, ketika itu memang membenci kaum agamis. Mereka membenci kaum agamis bukan karena ibadahnya, atau ajarannya. Tetapi karena kelakuannya yang mirip-mirip bigot jahil murakkab jaman sekarang. Menjadikan agama sebagai alat untuk pencitraan, menindas atau memaksa melakukan sesuatu dengan ancaman autokafir atau autoneraka.

Toh, ada orang agamis yang juga berpandangan komunis. Tan Malaka alias Sutan Ibrahim terlibat dalam pembentukan PKI. Tan Malaka berpikiran a la Marxist. Tan Malaka beragama Islam. Ia dekat dengan Tjokroaminoto yang merupakan aktivis islam. "perjuangan kemerdakaan bukan hanya untuk Arab tetapi juga India, Jawa dan semua Muslim yang tertindas," kata Tan Malaka dalam sebuah pidatonya.

Komunis identik dengan karl marx. Ajaran marxis identik dengan filsafat materialisme dialektika. Tetapi, filsafat materialisme dialektika itu tidak seperti yang digambarkan dalam film PKI yang sering ditayangkan pada era Soeharto dulu. "Kalau tuhan ada, coba berdoa minta permen," bukan seperti itu.

Materialisme itu adalah filsafat yang meyakini bahwa ide dibentuk dari fakta atau materi. Sikap dan pemikiran seseorang itu muncul karena interaksinya dengan fakta atau dunia nyata. Kira-kira seperti itu. Sedangkan hukum dialektika mengajarkan bahwa pada saat tertentu perubahan kuantitas bisa beralih menjadi perubahan kualitas, bahwa perubahan tidak selalu berada dalam garis lurus tetapi pada momen tertentu mengalami loncatan.

Mereka yang takut pada komunis itu karena tidak paham apa itu komunis sebenarnya. Tak kenal maka benci. Seperti kata Bung Karno, mereka yang menyebarkan ketakutan tentang komunis itu sebenarnya hanya ingin melakukan politik pecah-belah. Mencegah kelanggengan persatuan kaum nasionalis, agamais, dan komunis (Nasakom). Bung Karno juga mengatakan, kaum pancasialis seharusnya tidak anti komunis karena Pancasila itu sebetulnya tidak anti komunis.

Jadi, apakah benar PKI hidup lagi? Sampai saat ini PKI sudah tidak ada, sudah dilarang karena sejarah kelamnya (terlepas sejarah itu salah atau benar). Ketika Golkar bubar, adanya gambar beringin bukan berarti Golkar hidup lagi. Palu masih dibutuhkan tukang bangunan, sedangkan arit masih dibutuhkan petani. Mau dilarang? Gitu aja, nggak usah pakai repot.

 

(Sumber: Facebook Nurul Indra)

Friday, May 13, 2016 - 20:45
Kategori Rubrik: