PKI dan PFI ..... eh FPI

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

Dulu PKI jelang tahun 1965 juga seperti FPI saat ini. PKI sering teriakan Jargon-jargon provokasi "Ganyang 7 Setan Desa & 3 Setan Kota". Sedangkan FPI jargon-jargonya yang kemudian jadi sumpah serapahnya setiap hari adalah Bela Agama & bela Ulama , "Penggal penista ulama & Penista Agama (Islam tentunya). Provokasinya terus saja begitu berulang-ulang --semua lawan politiknya kalau PKI di teriaki ada yg dengan Istilah KABIR (singkatan dari Kapitalis birokrat)--pokoknya lawan politik PKI selalu di stigma Kapitalis sedangkan lawan politik FPI biasanya langsung di cap KAFIR anti Islam.

Kesamaan lain (semoga ini cuma kebetulan) Pimpinan PKI DN Aidit dan Pimpinan FPI terkonfirmasi ternyata Dzuriyah Nabi --Aidit sama persis seperti MRS dari Jalur Yaman ( menurut beberapa pakar Dzuriyah ternyata ada jalur Dzuriyah selain Yaman).

Kesamaan lain adalah mau mengganti Pancasila (kalau PKI masih debatable walaupun kemungkinan besar jika PKI menang akan memakai sistem komunis konstitusinya tapi jargon2 kampanye untuk ganti PANCASILA nyaris tidak ada )--- Kalau FPI juga sama saja --bahkan lebih parah --beberapa kali dalam ceramahnya MRS acapkali merendahkan Pancasila --menganggap Pemerintahan yang berdasarkan Pancasila itu adalah sekuler dan Thogut yang harus di perangi-- dan kemungkinan besar kalau FPI menang akan memakai sistem syariah Islam sebagai dasar konstitusi untuk gantikan Pancasila.

Kesamaan lain adalah PKI kemudian "terpeleset" karena tidak bisa menguasai Tentara kemudian membikin manuver membentuk (rencana) Angkatan ke 5 yang mana PKI usul untuk mempersenjatai Buruh & Tani untuk membantu ganyang "nekolim" Ganyang Malaysia.

FPI-pun sama kemarin terpeleset dari tindakan & omongan Imam besarnya sudah menantang secara terbuka TNI ; misal dari penguasaan Bandara saat penjemputan yang mana Bandara Internasional harusnya steril dari penguasaan ormas sipil sepertinya TNI tersinggung oleh tidakan penguasaan bandara itu sampai pada ancaman penggal kepala buat siapa saja yang berani menentang FPI.

Yang belum adalah Kalau dulu tahun 1965 Tentara menggalang kekuatan Sipil lawan politik PKI untuk memulai mengganyang PKI beserta Undebownya ---tahun 2020 ini belum kelihatan TNI menggalang kekuatan sipil lainya untuk mendukung TNI untuk mulai menggulung FPI.

Bisakah kejadian penggalangan masa sipil pro-TNI untuk menggulung FPI --yang mana biasanya akan di awali bentrok horizontal antara sipil pro TNI versus sipil pro-MRS itu terjadi??

Uppss jawabanya sangat bisa ; sebab FPI selama puluhan tahun terakhir sudah seringkali membikin sakit kelompok2 ormas lain misalnya seperti Banser, Massa Pro gusdur, Massa Banteng dan massa minoritas lainya --seringkali di buat jengah dengan tuduhan FPI yang menuduh lawan politiknya sebagai komunis , Kafir, anti Islam, anti Ulama dll (list konflik FPI dengan kelompok2 masyarakat bahkan udah terjadi ratusan kali di seluruh pelosok Indonesia)..
Saya kira kelompok2 yang pernah disakiti oleh FPI pasti akan sangat banyak yg secara sukarela membantu TNI menggulung FPI.

Syarat2 minimal untuk kejadian seperti tahun 1965 bisa jadi akan di kondisikan kalau saja FPI ngeyelnya seperti PKI saat itu--operasi inteljen sangat bisa mengkondisiken itu yakni pemicu kejadian seperti tahun 1965 .

Hmmm sampai dimana ya nyali Petinggi FPI???? yang sering teriak hidup mulia atau mati syahid???

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoedFrast

Tuesday, November 24, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: