Pilpres Dukung Siapa?

Oleh: De Fatah

 

Banyak yang ngomong pilpres 2019 nanti pertarungan antara Islam dan Non Islam. Lebih dongoknya lagi ada yang bilang, pertarungan antara Tuhan dan Setan, hahahhahaha.

Setahu saya, Prabowo itu bukan politikus Islam, tapi mungkin saja sekarang sudah berubah menjadi pejuang Islam, siapa tahu. Tapi memangnya ada pejuang Islam diarak telanjang dada ?

 

 

Dia dulu mantan tentara, mantan menantunya Soeharto. Soeharto dulu sangat represif terhadap gerakan Islam dan Komunis. Kasus Lampung dan Tanjung Priok antara umat Islam dan pemerintah, diselesaikan secara adat oleh militer.

Dulu, Gus Dur yang berbasis massa NU berani melawan bersama tokoh yang sepaham. Gus Dur dianggap Kyai mbalelo, pernah Soeharto mengirim Prabowo untuk membawa pesan kepada Gus Dur.

Prabowo mengingatkan kepada Gus Dur agar tidak turut campur dalam urusan politik dan menyetujui dipilihnya Soeharto kembali sebagai Presiden untuk kesekian kalinya.

Bukan hanya Gus Dur, tokoh Islam seperti Hamka dikucilkan dan M. Natsir dikelompokan di barisan sakit hati di Petisi 50 oleh rezim Soeharto.

Partai Masyumi dilarang kembali, partai Islam dikerdilkan dalam satu partai PPP supaya lebih mudah dikontrol. Lambang Ka'bah di PPP diganti lambang bintang. Jilbab dilarang di sekolah. Dan banyak lagi.

Pernah dengar kapan Prabowo bicara soal umat Islam sebelum Pilpres? Ada yang pernah dengar partai Tuhan sebelum Pilpres ? Ada yang pernah dengar isu Jokowi itu PKI sebelum Pilpres ?

Pilpres ini pertarungan antara politikus. Antara Jokowi, dan orang-orang yang ingin menggantikannya. Mbok ya Tuhan jangan dibawa-bawa ke dalam pertarungan ini. Kagak level Bro,..

Dunia politik jangan diambil hati, khususnya politik Indonesia sekarang. Di Pilpres mereka lawan, tapi di Pilkada daerah tertentu mereka koalisi.

Sebelum Pilpres mereka akrab menjalin koalisi, setelah memegang kekuasaan sesama mereka menjadi oposisi, padahal dalam satu gerbong partai koalisi. Lihatlah PKS di zaman SBY, PAN di zaman Jokowi.

Jadi, tidak ada pertarungan Islam dan non Islam, Partai Tuhan dan Partai Setan, itu cuma akal bulus politikus dalam memperebutkan kekuasaan.

Yang penting bagi kita adalah dukung gagasan dan kebijakan, bukan dukung politikus. Mendukung dengan menggunakan nalar yang baik, bukan pendukung militan tapi dongok.

"Jadi, siapa yang sekarang Abang dukung?",...ehmmmmmm,..Jokowiiiiiiiiiiiii...Hahahaha.

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

Sunday, April 22, 2018 - 20:15
Kategori Rubrik: