Pilpres 2019, Wujud Bambangan Cakil?

Ilustrasi

Oleh : Soetrisno Gitoatmodjo

Dalam pewayangan, ada yang disebut tari “Bambangan Cakil” atau Perang Kembang yang ditarikan oleh tokoh bambangan lazimnya bermuka ‘luruh;’ arti-nya tidak mendongak dan berperawakan langsing. Bambangan merupakan simbol dari tokoh ksatria berwajah tampan yang serba halus dalam berperilaku, berbicara dan budi pekertinya. Biasanya penarinya adalah seorang wanita.

Cakil berasal dari kata Ca (kanca) artinya teman dan Kil (methakil) artinya mau menang sendiri. Cakil adalah sosok raksasa yang berperawakan kecil, geraknya lincah, bergigi taring panjang di bibir bawah hingga melewati bibir atas. Cakil bersuara kecil melengking dengan gaya bicara yang cepat. Dia mempunyai beberapa sebutan antara lain : Ditya Niramaya, Ditya Kalamarica, Ditya Janggrisrana, Gendring Caluring, dan Kalapraceka.

Tari perang kembang ini adalah gambaran kearifan Jawa kuno yang melambangkan banyak kejadian di masyarakat dari sejak dulu hingga kini. Tokoh cakil adalah orang-orang yang penuh keserakahan, sombong, banyak polah-tingkahnya. Dia selalu tampil terlebih dulu merebut pangggung, suaranya ribut dan sensasional. Kemudian muncul tokoh bambangan yang tenang namun terampil dan bijak, lalu terjadilah pertarungan antara keduanya.

Sekarang ini, kita sedang menyaksikan dan ikut menarikan perang kembang dalam scope nasional. Dan tarian selalu diakhiri dengan kematian tokoh cakil karena tertusuk kerisnya sendiri. Cermatilah jalan ceritanya jangan sampai anda ketinggalan terlewat tidak bisa memetik pelajaran dari setiap peristiwanya.

Sumber : Status Facebook Soetrisno Gitoatmodjo

Tuesday, April 24, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: