Pilpres 2019 Perang Ideologi Aswaja Dengan Wahabi

ilustrasi

Oleh : Muhammad Arief Junaydi

Pilpres 2019 yang mempertemukan dua pasangan calon no 01 Jokowi - KH. Ma'ruf dengan no 02 Pratowo - Sandiwara, tak hanya perebutan kekuasaan, tak hanya penyelarasan visi misi saja tapi lebih dari itu adalah pertaruhan aqidah bagi ummat Islam. Sudah kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia yg didiami oleh berbagai macam suku, etnis, agama dan kepercayaan mau tidak mau harus siap menjaga keindahan perbedaan itu dalam bingkai kedamaian dan kerukunan, dan perlu kita ketahui juga bahwa di negara tercinta kita ini banyaknya aliran-aliran kelompok-kelompok atau firqah Islam semakin hari semakin menjamur tumbuh berkembang pesat seperti Syi'ah, Wahhabi dan firqah-firqah lainnya. Itu artinya negara ini yg pengikutnya mayoritas Ahlussunnah Wal Jamaah atau Aswaja mau tidak mau harus siap mengantisipasi faham-faham semacam itu yg tidak hanya satu pusat tapi sudah mulai bercabang merebak dimana-mana dan menebarkan atau mempropagandakan berbagai isyu dan pengakuan kebenaran disertai menyalahkan yg mayoritas dalam bangsa ini. Serangan secara fikrah dan siyasah hingga harakah yang secara terang-terangan mulai dilancarkan sebagai bahan senjata opini primier.

Pasangan calon no 01 yang secara tegas dan terbuka didukung oleh mayoritas ulama-ulama sepuh di pesantren yang tetap teguh memprioritaskan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah dan menjaga tradisi dan adat istiadat masyarakat tak lain demi tetap kokohnya bangsa dan negara serta ajaran Aswaja ini dari berbagai pengerusakan secara ideologi yg menyesatkan ummat, maka dari itulah beliau-beliau ikut andil dalam kontestasi politik ini sebagai aktor dibelakang layar.

Sedangkan disisi lain, Paslon 02 justru kebalikan dari 01 yaitu didukung oleh aliran-aliran Islam garis keras atau ekstrim meski, dicatat ya meski tak semuanya dari kaum radikalis - ekstrimis sebab masih ada sekitar 10% pendukung 02 yang fikrah amaliah dan aqidahnya sejalan dengan kita. Sedangkan sisanya ya tak perlu saya gedebrus banyak panjang plus lebar toh kalian sudah tahu sendiri siapa yang membacking 02.

Itulah sebabnya kenapa para tokoh-tokoh NU angkat bicara seperti:
1. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj: "Kalau bukan orang-orang NU yang menguasai pemerintahan, bisa rusak negara ini"
2. Mbah Maimoen Zubair Al-Anwar Sarang
3. KH. Nawawi Abdul Jalil Sidogiri
4. KH. Anwar Manshur Lirboyo
5. KH. Abdullah Kafabihi Mahrus Lirboyo
6. KH. Zainuddin Djazuli Ploso
7. KH. Anwar Iskandar Kediri

Beliau semua sejalan atau kompak berpesan: "Jagalah dan bentengi Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah dari rongrongan aliran-aliran sempalan dalam Islam di luar Ahlussunnah".

Buktinya seperti apa yang ada di gambar ini akun atas nama Aisyah Humairah dari politik buta hingga nyerempet ke ranah aqidah, yang sudah kita ketahui bersama bahwa sejak dulu kalangan Ulama-Ulama Ahlussunnah dari masa ke masa mengerahkan seluruh waktu dan tenaganya untuk mendefend aqidah yang runut dari Rasulullah serta membela hak-hak Rasulullah dan keluarga Rasulullah SAW dari kaum tekstualis yang sesat menyesatkan.

Tentang Ibunda Nabi SAW yg divonis kafir memang masih terjadi perbedaan pendapat Ulama dalam menyikapinya termasuk menilik hadits Sohih Muslim yang juga diperkuat oleh Imam Nawawi dalam Syarahnya tentang kedua orang tua Rasulullah SAW, namun Ulama-Ulama ahli hadits, fiqh dan ushuluddin tidak bisa mentoleransi, juga dengan ikhlas menyediakan syarah serta hujjah-hujjah qat'i yang valid dengan banyak menulis kitab utk menolak atau membantah tuduhan dan pemahaman secara tekstualis atas tervonis kafirnya kedua orang tua Rasulullah SAW. Seperti: Imam Jalaluddin, Assuyuthi, Imam Fakhruddin ar-Razi, Ibnul 'Arabi dll. Bahkan Imam al-Baihaqi dan at-Thabrani lebih memilih redaksi lain ketika kita melewati pemakaman orang non muslim daripada harus memberikan redaksi yg horor dan tak beradab khususnya kepada kedua orang tua Nabi SAW.

Jika mereka sebagian para pendukung Pratowo yang terjangkit atau bahkan yang memang mengidap penyakit Wahhabi, benar-benar mau belajar silahkan saja buka kitab-kitab dibawah ini.

Bisa check it out hujjah-hujjah pembelaan kepada kedua orang tua Rasulullah SAW oleh Al-Hafizh Al-Imam Jajaluddin Assuyuthi Rh. di kitab-kitab berikut ini :

1) مسالك الحنفا فى أبوى المصطفى.

2) التعظيم والمنة فى أن أبوى الرسول فى الجنة.

3) الدرج المنيفة فى الآباء الشريفة.

4) نشر العلمين المنيفين فى إحياء الأبوين الشريفين.

5) المقامة السندسية فى النسبة المصطفوية.

6) السبل الجلية فى الآباء العلية.

Harapan saya semoga semoga dan semoga kita yang masih waras senantiasa tetap menjaga kewarasan kita. Hujjah-hujjah Assuyuthi In Syaa Allah akan kami post di lain waktu semoga bersamaan dengan izin dan ridha Allah SWT. Amiiin Yaaa Rabbal Alamiiin.

اللّٰهمّ صلّ وسلّم وبارك علی سيّدنا ونبيّنا وحبيبنا ومولٰنا وشفيعنا مُحَمَّدٍ وعلٰی أبيه وأُمّه وجدّه و أله وأهل بيته وذرّيّاته وأصحابه أجمعين.
اللّهمّ أشغل الظّالمين بالظّالمين.

Damansara, Selangor DE, Malaysia.

Sumber : Status Facebook Rijalul Wathon Al-Madury

Saturday, April 6, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: