Pilihan Parpol-parpol Setelah Kekalahan AHY

Oleh : Andrian Pratama Taher

Pada pekan ini, koalisi partai pendukung pasangan nomor tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno kini bertambah satu lagi. DPP Partai Amanat Nasional (PAN) sepakat untuk mendukung Anies-Sandiaga pada putaran kedua nanti. Deklarasi dukungan ini digelar PAN pada hari Rabu lalu di kantor mereka Jalan Senopati, Jakarta Selatan.

Ketua Imum DPP PAN, Zulkifli Hasan menegaskan partainya akan  all out  memenangkan Anies-Sandi.  "Tentu kami akan all out bekerja karena setelah pernyataan dukungan resmi maka organisasi di bawah PAN sah bekerja memenangkan Anies-Sandi," kata Zulkifli di Gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu.

Saat ditemui Tirto di acara deklarasi dukungan Anies-Sandi di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan Zulkifli bahkan menyatakan dukungan PAN adalah respon permintaan dari tingkat bawah, masukan beberapa organisasi Islam yang selama ini dekat dengan PAN. "Kami juga mendengar dari saudara-saudara Nahdlatul Ulama, pendukung Muhammadiyah, Dewan Dakwah, Tarbiyah, Persis."

"Mereka (ormas) menitipkan amanah kepada kami untuk mendukung Anies-Sandi. Mendengar aspirasi itu kami tidak mungkin mengabaikan semua itu. Kita butuh pemimpin yang menyatukan bukan meretakkan," ucapnya.

Sebelum keputusan final itu ditetapkan DPP, para pengurus DPW PAN DKI Jakarta memang sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan dukungan pada Anies-Sandi. Sabtu lalu (18/3/2017) deklarasi itu dilakukan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

DPW PAN mengaku sengaja menggelar deklarasi dukungan ini digelar di Jakarta Utara. Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Patrio mengatakan Jakut adalah simbol perlawanan kepada gubernur petahana. Simbol itu melekat pada Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Seperti diketahui kampung ini pernah digusur oleh Ahok, namun para warganya sampai kini memilih tetap bertahan tinggal diantara reruntuhan bangunan yang sudah dihancurkan. 

"PAN  menggelar deklarasi dukungan di Jakut, bukan di Jaksel atau daerah lainnya, (karena) rakyat bergerak dari utara. Dari Akuarium. Kita DPW dan DPD sepakat untuk tertuju ke utara. Karena perlawanan ada di utara. Akuarium melawan untuk melawan kezaliman dari pemimpin yang sekarang," tutur Eko.

Apa yang dilakukan PAN adalah langkah cepat mengingat dua partai pengusung Agus Harimurti Yudhoyno - Sylviana Murni lain yakni, PKB dan Partai Demokrat sampai sekarang masih berposisi abu-abu.

Pada 15 Maret lalu di Ballrom Djakarta Theater, Agus mewakil Demokrat mengakui pihaknya akan bersikap non-blok, tidak memihak salah satu pasangan calon, baik Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. Dia menyerahkan semua pilihan pada putaran kedua nanti kepada konsituten.

Sebagai perwakilan dari DPP, Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo berucap hal sama "Selama ini kita tahu tetap harus memilih tapi dipersilakan ke masing-masing. Kami netral, dalam istilah Pak SBY itu nonblok. Tak memihak ke nomor 2 dan 3," ucap Roy.

Meski berstatus non-blok, Roy menjelaskan Demokrat tetap membebaskan kadernya memihak paslon manapun. "Soal urusan kader ya bebas, fatsunnya karena partai tak mengarahkan ke mana pun itu tidak salah. Artinya, Demokrat sangat menjunjung tinggi dan menghormati hak demokrasi setiap kadernya. Nggak ada (kepentingan), kami berterima kasih kepada dukungannya selama ini," katanya.

Meski DPP sudah memustukan akan netral, beberapa anggota DPP seperti Adjeng Ratna Suminar, Surya Kusumanegara dan Carel Ticualu serta beberapa kader Demokrat hadir dalam deklarasi dukungan kepada Ahok-Djarot. Roy mengaku tak masalah dengan hal ini. "Sah-sah saja tidak masalah," kata Roy.

Jika sebagian pengurus DPP ke Ahok-Djarot, maka haluan DPW Demokrat DKI Jakarta sepertinya dialihkan pada Anies-Sandi. Pada akhir Februari lalu, ketua DPW Demorat DKI Jakarta Nachrowi Ramli terlihat sering kali menghadiri acara deklarasi dukungan Anies-Sandi.

Kabar merapatnya DPW Demokrat ini diklaim benar oleh Wakil Ketua Timses Anies-Sandi pada Minggu lalu (19/2/2017). "Lobi di tingkat DKI Jakarta sudah sepakat akan mendukung nomor tiga, deklarasi dalam waktu dekat akan dilakukan pak Ketua Demokrat (Nachrowi Ramli)."

DPW Partai Demokrat DKI Jakarta dikabarkan akan merapatkan barisan bersama pasangan kandidat Pilgub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Kabar tersebut diungkapkan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra, M Taufik saat ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (19/3).

Kemarin (18/3/2017), Nachrowi menggelar diskusi langsung dengan Anies-Sandi. Pertemuan ini terjadi disela-sela acara silaturahmi Anies dan Sandiaga dengan Forum Ulama dan Habaib (Fuhab) se-DKI Jakarta di Cipinang, Jakarta Timur. "Saya hadir karena untuk mengetahui bertemu dengan Fuhab juga mengundang paslon nomor 3. Saya lakukan untuk menjalin komunikasi politik," sebutnya.

Sosok yang akrab disapa Nara ini menepis jika Demokrat akan mendukung Anies-Sandi, mengingat pihaknya pun masih membuka kemungkinan komunikasi dengan Ahok-Djarot. Sayangnya, Nara mengakui dia belum mendapat undangan pertemuan secara resmi membahas koalisi ini.

Meski membuka peluang bergabung Ahok-Djarot, Nara secara terbuka berharap penuh terjadinya Koalisi Kekeluargaan. "Tidak tertutup kemungkinan, karena awalnya kan kita satu," ujar Nachrowi.

Koalisi Kekeluargaan adalah gabungan tujuh partai politik yang sebelumnya terdiri dari PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Koalisi ini pada awalnya lahir untuk menantang Ahok. Namun, di tengah jalan PDIP keluar dan mendukung Ahok.

Setelah PAN memutuskan bergabung pada Anies-Sandi, dan Demokrat masih malu-malu, lalu bagaimana dengan PKB?

Menanggapi soal dukungan tersebut, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada DPW PKB DKI Jakarta. Pasalnya, mereka lebih tahu dan paham situasi.  Hal ini diutarakan Muhaimin seusai konsolidasi DPP PKB dengan anggota DPRD dari Fraksi PKB se-Kalimantan di Graha Gus Dur, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

"Sepenuhnya diserahkan DPW PKB Jakarta karena mereka lebih tahu," ujar Muhaimin dikutip dari Antara.  "Kita hanya merestui saja," kata dia yang menegaskan semua keputusan ada di tangan DPW PKB DKI Jakarta.

Lantas bagaimana dengan sikap DPW PKB DKI sendiri? Sampai saat ini PKB DKI Jakarta belum memutuskan akan mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi.

Sulit ditebak kemana mereka akan bergerak, mengingat gerak-gerik pengurus PKB DKI Jakarta cenderung kemana-mana. Pada 2 Maret lalu, DPW PKB DKI Jakarta sempat mendatangkan Sandiaga Uno ke kantor mereka di Jalan Murtado, Pramuka, Jakarta Pusat.

"Sebelumnya Bang Sandi sudah ke Jakbar, Jakut, dan Jaktim. Ini karena persaudaraan beliau dengan ketua-ketua DPC. Alhamdulillah kalau beliau sekarang dengan turun ke masyarakat menyempatkan diri datang. Terkait keputusan DPP menyerahkan ke kami. Karena Jakarta wilayahnya DPW," kata Ketua DPW PKB DKI Jakarta,  Hasbiallah Ilyas.

Selang 4 hari kemudian, 6 Maret, Hasbi terlihat mendamping Ahok meninjau pembangunan Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin. Dia pun menampik kehadirannya ini merupakan lobi politik. Hasbi berdalih dia datang karena kagum dengan pembangunan Masjid Raya Jakarta yang begitu megah.

Pihak DPW PKB saat ini masih merasa gamang mengingat ditingkat pusat DPP PKB tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat yang mayoritas adalah partai pendukung Ahok-Djarot. Di sisi lain, di tingkat bawah, beberapa DPC sudah mendeklarasikan dukungan pada Anies-Sandi, misalnya seperti DPC PKB Jakarta Selatan dan DPC PKB Jakarta Pusat.  Karena itulah mereka belum berani bersikap dan memilih berkomunikasi intens, baik itu dengan DPC ataupun DPP. "Kita lihat nanti. Karena saya belum bisa memutuskan soal ini," katanya kepada Tirto, singkat.**

Sumber : tirto

Sunday, March 26, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: