Pilih Rokok Atau Olahraga

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Data kematian akibat narkoba adalah 11.071 orang pertahun, dan 217.000 orang akibat merokok. Dari segi data, kematian akibat rokok itu jauh lebih tinggi.

Menariknya dari jumlah angka kematian karena rokok dan narkoba, penyebab kematian lebih tinggi itu karena pola makan serta penyakit lain, dari total angka kematian penduduk pertahun Indonesia yang hampir 2 juta orang.

Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada teman-teman perokok aktif, jika rokok menjadi salah satu penyebab kematian yang luar biasa membahayakan bahkan melebihi narkoba, baiknya merokok itu dinaikkan statusnya menjadi ilegal secara hukum seperti narkoba. Artinya pabriknya pun harus ditutup.

Kerugian perusahaan jika pabrik rokok ditutup itu menurut pendapat saya tidak terlalu signifikan. Karena perusahaan rokok besar itu usahanya tidak hanya dari penjualan rokok. Mereka bermain dibanyak market seperti perbankan, real estate, saham, perkebunan, otomotif, pertambangan, elektronik, alat rumah tangga, bahkan segmen-segmen produk makanan dan minuman.

Bagi negara kerugian paling utama adalah hilangnya pekerjaan jutaan tenaga kerja yang bekerja pada sektor rokok ini dan tentu saja cukai rokok alias pajak yang terbilang tinggi. Di sini peran pemerintah untuk mencari solusi kehilangan tenaga kerja dan pendapatan negara. Untuk sebuah dampak positif hal ini akan sangat mudah, tapi dampak politiknya yang bisa berbahaya karena bisa jadi alasan Said Iqbal dan kawan-kawan untuk turun ke jalan dan menggoyang istana.

Sebagai penggerak olah raga dan sering menangani even olah raga kami pernah di sponsori Djarum, tapi produk yang mereka pasarkan adalah minuman berenergi merk Yuzu. Dari sisi ini kita bisa meliahat bahwa peran Djarum ini dalam olah raga cukup berperan penting dan tidak ada sama sekali data valid yang menyatakan bahwa setelah melihat ada tulisan Djarum pada baju anak-anak yang sedang yayasan bina lalu kemudian angka penjualan rokok naik atau tiba-tiba perokok ingin menyulut rokoknya.

Fakta juga yang bercerita bahwa setelah Gudang Garam tidak lagi mensponsori Tenis Meja selama puluhan tahun prestasi Tenis Meja tidak beranjak naik. Hal yang sama terjadi ketika Sampoerna meninggalkan Tenis Lapangan.

Ya, kita harus memilih untuk sebuah langkah baik kedepan. Tapi sinergis, bukan untuk mengadu ego dan saling menjegal.

#trus_manfaat_KPAI_apa?

https://m.tribunnews.com/…/kematian-akibat-pola-makan-yang-…

https://lifestyle.okezone.com/…/217-400-penduduk-indonesia-…

https://m.tribunnews.com/…/waspadalah-11071-orang-indonesia…

https://databoks.katadata.co.id/…/2010-2035-angka-kelahiran…

Sumber : Status Facebook Munawar Khalil

Tuesday, September 10, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: