Pikiran Liar Gatot

Oleh: Iyyas Subiakto
Rakyat Indonesia sedang dikasi dagelan atas omong kosong dan pikiran halu Gatot yg semakin membahayakan. Saya tonton beberapa kali tayangan Kompas TV dgn Rossi dimana dia dgn tololnya menyimpulkan Almarhum BJ. Habibie, Yunus Yosfiah, Gusdur dan Prof. Djuwono Sudarsono yg meninjau ulang buku pelajaran, dan menghentikan kewajiban pemutaran film G30S, bahkan Gusdur mengusulkan mencabut tap MPR yg berkaitan dgn itu, namun Jokowi mengatakan tap MPR tentang pelarangan PKI sdh final. Kesimpulan serampangan dan lompat-lompat itu mengatakan bahwa orang yg terlibat atas peninjauan dan penghentian film itu dianggap PKI. Hebat kali dia bisa menuduh bahwa orang-orang besar diatas adalah PKI. Luar biasa herder Cendana ini pasang badan.
 
Sekarang dia duet dgn Din Syamsudin yg sama halunya. Orang- orang buangan ini jadi sempoyongan cari pegangan sembarangan, ibarat orang mau tenggelam dia memegang apa saja yg bisa membuat dia selamat, sayang mereka megang hantu yg nggak ada ujudnya. Ya PKI mau dijadikan kambing hitam sebagai Thanos yg akan menghancurkan dan mereka mau berlagak bak Avengers sebagai penyelamat. Tapi sayang film yg dipaksakan utk di tonton sudah bukan konsumsi kaum milenial, ibarat nonton Avengers kemudian disuruh nonton satria baja hitam, jadul boss. Nggak nyekrup.
Film G30S dibuat thn 1981 setelah 16 thn orba berkuasa, tujuannya jelas mengangkat nama Soeharto sbg sosok penyelamat indonesia, namun selama 17 thn film itu wajib tayang Soeharto akhirnya terjengkang juga. Karena baling- baling bambu tak selamanya bisa terbang, Doraemon kehabisan gaya, lemes juga akhirnya.
Intinya sebuah kebohongan tidak bisa terus dipelihara, ia akan terkuak pada akhirnya. Dan Soeharto sbg penulis cerita, sutradara, sekaligus sbg pemeran utama akhirnya kehabisan tenaga, kesalahan besar itu harus dia bayar. Dia diturun paksakan dgn tidak hormat, bahkan jadi pahlawan nasional pun dia tak tersemat, karena sampai sekarang dia tercatat sbg penjahat.
Gatot seharusnya tampil elegan, jgn keluyuran di pinggir jalan, kok nggak liat pengalaman AR yg jadi gelandangan politik, lontang lantung nggak karuan. Tapi memang repot kalau menyangkut kapasitas, mau dipaksa juga ngepas, ya akhirnya kehabisan nafas.
Sekarang sikap kita yg harus jelas, stop Gatot agar berhenti mbacot, atau kita biarkan dia meracau toh yg dia ceritakan itu sebuah kepalsuan dialam khayalan yg menggelikan, dipadu padankan dengan pribadi yg menjijikkan.
Kasian TNI punya mantan panglima yg bergaya bintang 5, kelakuan kaki 5. Dia keluyuran kemana-mana, begitu balik hadiah sepeda sudah nggak ada.
Maaf jendral anda silakan jalan kaki saja..

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Saturday, September 26, 2020 - 07:45
Kategori Rubrik: