Pidato SBY Ini Tamparan Keras Bagi Hater Jokowi

REDAKSIINDONESIA-Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan memelihara hubungan baik dengan Tiongkok semakin penting bagi Indonesia, terutama dalam kerja sama ekonomi yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat kedua bangsa khususnya penentu kemakmuran Indonesia. Hal ini disampaikan pada kuliah umum di Fudan University, Shanghai, Jumat (27/5). 

"Tidak diragukan lagi, bahwa masa depan dan kemakmuran bersama akan sangat berhubungan dengan Tiongkok," kata SBY, sebagai pembicara kunci pada forum diskusi di Universitas Fudan, Shanghai.

Dalam paparannya berjudul "Deepening and Expanding Relations between Indonesia and China", SBY menuturkan Tiongkok telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dari waktu ke waktu serta cadangan devisa cukup besar di dunia.

Tiongkok telah bangkit menjadi negara besar dan memimpin di abad Asia saat ini. Meski perekonomian Tiongkok mengalami perlambatan di tengah krisis ekonomi global, namun Tiongkok tetap mampu menjadi sumber utama perekonomian global.

"Tiongkok semakin penting di Asia Pasifik, bahkan di masa datang Tiongkok menjadi sangat penting bagi dunia internasional. Semua telah menjadi saksi atas hal tersebut, termasuk Indonesia. Untuk itu banyak pula pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok, guna makin mengenal serta memahami Tiongkok, lebih baik," papar SBY

Menurut SBY, hubungan Indonesia dan Tiongkok dari waktu ke waktu semakin dalam dan luas, mencakup semua bidang. "Saat saya menjadi Presiden Indonesia, bersama Presiden Xi Jinping, Indonesia dan Tiongkok bersepakat menjadi mitra strategis komprehensif yang diharapkan akan terus dapat dipelihara semakin baik," tutur dia.

Tak kalah penting,  kata SBY, hubungan antarmasyarakat kedua bangsa juga harus semakin ditingkatkan mengingat hubungan antarmasyarakat kedua bangsa menjadi pilar utama hubungan baik kedua negara di masa depan.

SBY menambahkan Indonesia ingin hubungan dengan Tiongkok dapat terus ditingkatkan atas dasar saling menghormati, saling percaya sebagai mitra yang sejajar. 
Meski Indonesia dan Tiongkok memiliki perbedaan pandang, namun Indonesia-Tiongkok mampu memelihara kerja sama yang semakin baik di masa datang

"Semua orang tentu ingin melihat hubungan Indonesia-Tiongkok semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga memberikan manfaat tidak saja bagi kedua pihak melainkan juga bagi stabilitas keamanan dan kemakmuran kawasan," tandas Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu. 

Pidato SBY ini sekaligus tamparan bagi hater Jokowi yang gagal paham tapi sok tahu. Pemikiran seorang SBY tentu bukan pemikiran kroco. Pemikiran SBY adalah pemikiran seorang yang punya intelektualitas, pemikiran seorang mantan presiden dan seorang jenderal. 

Pada akhirnya Indonesia harus mengakui. SBY Baru berpidato tentang Tiongkok tapi Jokowi sudah melakukannya sejak dua tahun lalu. Bagaimana menurut anda?

 
Selain itu, di akhir kuliah umumnya, SBY menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa agar selalu berpikiran terbuka, memahami bahwa dunia terus berkembang, dapat beradaptasi pada perubahan tersebut, belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan, serta memiliki semangat ‘harus bisa’.
(Sumber: Demokrat.or.id/Facebook SB Yudhoyono)
 
Sunday, May 29, 2016 - 10:45
Kategori Rubrik: