Peter F Gontha Ajak Masyarakat Dukung Presiden Tanggulangi Covid-19

Oleh: Peter F Gontha

Pagi ini saya ingin menyampaikan sesuatu yang pasti akan mengundang pro-con, tapi tidak apa, paling tidak saya jujur.

Pada Pemilu tahun 2014, pilihan saya jatuh pada Capres Prabowo-Hatta Rajasa. Semua rekan rekan dan teman Wartawan saya mengetahui hal itu, Nasihin Masa (Republika), Ilham Bintang (Cek & Ricek), Kiki Iswara (Suara Rakyat Merdeka), Arifin (detik.com), Primus Dorimulu (Suara Pembaruan / Berita satu), Rikard Bagun (Kompas) , Hedi Lukito (Gatra), semua wartawan senior dll. Tanyakan saja pada mereka.

 

Mengapa? Karena saya tidak mengenal siapa itu Jokowi, karena saya hanya melihatnya sebentar, sebagai Gubernur DKI, meski saya hadir pada saat beliau kampanye beberapa kali disekitar Jakarta. Tapi Jokowi pada saat tidak mengesankan bagi saya. Untung saya mendapat tugas diluar Negeri dan saya tidak banyak berinteraksi dengen pemerintahan pada saat itu kecuali Kementerian Luar Negeri.

Meski saya menduduki jabatan sebagai Duta Besar sering kali saya memberikan ulasan dan kritikan melalui FB maupun melalui media sosial lainnya. Banyak yang mempertanyakan saya kok berani mengkritik, sementara saya pejabat negara. Jawaban saya simple, kan saya tidak menhina, mencaci maki, menjelekan, tapi memberi kritik membangun, semoga ada perbaikan dan tetap bekerja memperjuangkan nama baik Bangsa Indonesia di Luar Negeri.

Namum masa berjalan, 2015-2016-2017-2018 hingga 2019. Saya melihat Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo, membuat gebrakan-gebrakan positip, di bidang infrastruktur, ekonomi, (Sri Mulyani, meski kalau lihat mukanya, kok saya engga simpati, tapi orangnya memang cerdas dan pintar dan diakui kepiawaiannya di Ekonomi keuangan bahkan secara Internasional).

Yah saya lama-lama jadi nge-fans juga sama dia, meski kadang sebel, tapi keputusannya memang luar biasa, Menko MARVES (menteri segala urusan katanya) yang terkesan marah2 tapi saya tau maksudnya beliau, tanpa ada agenda kecuali membangun Industri RI, MRT terbangun, infrastruktur terbangun, kepercayaan Internasional terhadap Indonesia terus membaik, Indonesia timur, bahkan Manado tanah tumpah darah ayah saya dibangun dan maju ekonominya, maka saya tidak mempunyai opsi kecuali memberi hormat dan saluuut kepada Pemerintah dan Presiden Jokowi.

Pada pemilu 2019, dan setelah saya melihat pertarungan yang sudah tidak nikmat untuk dilihat dan diikuti, bagaimana perkerjaan Presiden Jokowi dan pemerintah SAMA SEKALI tidak diakui, bagaimana AGAMA dipakai untuk mencapai tujuan, dan meski Sandiaga Uno teman saya dan Saya mengenal Capres Prabowo selama 40 tahun lebih, saya merasa cemas heran dan kecewa dengan oposisi, pendukung lawan Capres JOKO WIDODO yang sudah menuju ekstreem. 

Saya melihat sendiri dan mengakui bagaimana 2014-2019 membawa kemajuan yang begitu pesat bagi RI. Maka pada Pada pemilu 2019 saya memilih Capres JOKO WIDODO, karena saya melihat hasil yang hari ini dapat kita nikmati bersama semua. 

Setelah beberapa kali saya mengikuti RATAS dan VIDCON kabinet, saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Presiden Jokowi dan Jajaran Kabinetnya berjuang mati2 an untuk kepentingan rakyat dan Bangsa Indonesia saya ntambahn yakin. Saya mendukung pekerjaan, keputusan yang dibuat oleh Pimpinan Negara, dan saya bangga menjadi Warga Indonesia. Saya harapkan bahwa Presiden dapat TETAP tegas, mengurangi sedikit aktivitas2 yang cenderung memberi kesan pencitraan, seperti periksa MALL Bekasi, yang menurut saya tidak perlu, dapat dilakukan oleh menko perekonomian dan menimbulkan kontrovesi. Tapi ya sudah, Presiden memang senang berinteraksi dengan masyarakat biasa, Biarlah!!! 

Saya juga bangga dengan Pak Prabowo, yang secara tulus melaksanakan tugasnya sebagai MenHAn, membantu Presiden Joko Widodo yang sebetulnya merupakan saingannya pada pemilu lalu. Tapi mereka dua dua jelas MERAH PUTIH.

Kita Dukung Presiden Joko WIdodo dan pemerintahannya, untuk bangsa Indonesia yang lebih baik lagi, mengatasi COVID-19. 

Para Haters dan oposisi, marilah bersama membangun Negara ini dan jauhkan diri dari benci dan destruksi, mari kita kerja sama.Umur saya tidak muda lagi dan saya harapkan saya masih bisa melihat RI yang kembali dapat mengatasi semua tantangan dan pada achirnya kembali menjadi tujuan investasi dan Wisata dunia.

Saya menulis dengan terus terangan karena saya tidak punya masa depan, masa depan saya adalah HARI INI, tidak perlu apa-apa lagi dan Hari ini saya masih sanggup mengemukakan pendapat.

Tuhan berikanlah damai dan maju pada negaraku

 

Thursday, May 28, 2020 - 13:45
Kategori Rubrik: