Pesta Sex dan Tahlilan

Ilustrasi
Oleh : Fadly Abu Zayyan
 
Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya ummat ketika berdoa mengharap surga, tapi yang ada dalam benaknya adalah pesta sex? Itulah mungkin yang dinamakan sebagai "Doa yang Terkabul.., eh Tercabul"
 
Mas ustadz, bukannya saya menggurui. Tapi gambaran tentang surga di kitab suci itu jangan ditangkap secara tekstual. Penggambaran kenikmatan surga itu menggunakan bahasa yang universal yang bisa dipersepsikan manusia dalam pikirannya. Jadi bukan hanya seperti kenikmatan sex semata. Masak balita yang meninggal sebelum akil baligh di Surga, juga akan berpikir dan menginginkan pesta sex? Sebagaimana tidak mungkin antum terobsesi minum ASI?
 
MAHA SUCI ALLAH! Jangan mengotori Sifat Maha Suci NYA dengan hawa nafsumu. Bukankah Nabi Adam terusir dari Surga gara-gara makan buah khuldi (hawa nafsu)? Kenikmatan disisiNYA bukanlah kenikmatan dunia mas ustadz. Jika yang menjadi tolok ukur adalah kenikmatan dunia, maka akan begitu banyak versi surga.
Anak-anak akan mendambakan kolam permen, manisan dan susu. Para remaja akan mendambakan cinta yang menggelora. Sedangkan para lanjut usia mengharapkan ketenangan jiwa. Kenapa berbeda Mas Ustadz? Karena kadar nafsunya juga berbeda! Sementara di hadiratNYA hanya jiwa yang suci yang diterima sesuai dengan sifat MAHA SUCI-NYA! Jadi di Surga itu kenikmatannya yang dilipat gandakan. "Endorphin" nya berlipat sebagaimana "keabadian" kita disana. Bukan hawa nafsunya! Apalagi "pencilak 'an mu di atas ranjang!
 
"Aku sediakan bagi hamba-hamba KU yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia"
Kemudian Rasulullah bersabda, 'bacalah jika kalian mau" (Hadits Qudsi)
 
Oalah mas-mas ustadz?! Setelah tahlilan kalian bid'ah-bid'ahkan, kesekian kalinya surga malah kalian cabulkan. Ingat lho mas ustadz! Sakaratul maut itu suasananya akan diiputi obsesi dan kebiasaannya selama hidup. Jika obsesimu pesta sex, maka itu menjadi tabirmu denganNYA. Dan jika kebiasaanmu "tahlilan", InsyaAllah dipenghujung hidup akan lebih mudah mengucap "LAA ILAAHA ILLALLAAH" 
Sebuah amaliah termudah, bahkan diujung nyawa. Tanpa mengatupkan mulut dan bibirpun bisa! 
TAHLIL!
 
FAZ
#HizbutTahlil
#DukungSertifikasiUlama 
 
Catatan : Tulisan ini muncul akibat ceramah salah satu dai di stasiun TransTV pada 15 Juli 2017 pada acara rutin kemarin yang menyebutkan bahwa di surga salah satu kenikmatannya yakni Pesta Sex
 
Sumber : Status Fadly Abu Zayyan
Tuesday, July 18, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: