Pesantren Super Kilat

Oleh : Aldi Bhumi

Lukman Hakim menempuh pendidikan pesantren Gontor setara SMA, mengambil S1 d Universitas Islam As-Safiiyah. Tampa menghitung pendidikan agama yg d berikan d lingkungan keluarga saja, setidaknya Lukman Hakim memiliki bekal 7 tahun pendidikan agama.

Ma'ruf Amin masuk madrasah Ibtidaiyah semenjak lulus sekolah rakyat d tahun 1955, sampai dengan lulus Ushuluddin d Ibnu Chaldun tahun 1967. Setidaknya 18 tahun bekal pendidikan agama.

Quraish Shihab nyantri setidaknya semenjak 1956 dan terus mendalami agama sampai tahun 1969 ketika meraih S2 dari Universitas al-Azhar. Walaupun menjalani tugas sebagai guru, Quraish pun tetap melakukan penelitian berkaitan agama. Quraish Shihab meneruskan cita2nya mengejar S3 semenjak 1980 dan lulus tahun 1984. Setidaknya memiliki bekal pendidikan agama selama 28 tahun.

Said Aqil lahir d Pondok Pesantren Kempek. Bisa d bayangkan dari bayi udah nyantri. Mungkin belajar pendidikan agamanya sepanjang nafas. Semenjak umur 12 tahun sampai 41 tahun ketika mendapat S3, Said Aqil terus menekuni pendidikan agama. Setidaknya berbekal 29 tahun pendidikan agama bila tidak memperhitungkan beliau lahir d mana.

Abdul Somad saja lulus SD Al-Washliyah semenjak 1990, dan terus belajar sampai lulus S2 Dar El Hadith El Hassania tahun 2006. Setidaknya bisa d bilang 22 tahun belajar agama.

Om Sandi SD d PSKD, terus k SMPN Jakarta, lalu masuk SMA Katolik, setelah itu meneruskan k Wichita State University untuk mengambil gelar Bachelor of Business Administration. Tidak puas dengan gelar S1, om Sandi meneruskan d George Washington University untuk mengambil Master dalam fakultas yg sama.

Semenjak tgl 10 Agustus 2018, om Sandi nyantri pos-Islamisme. Sampai pada tanggal 17 September 2018, beliau lulus nyantri dan mendapat gelar ulama. Genius.

Om Sandi memiliki bekal pendidikan agama setidaknya selama,.. uhh.. selama... mmm.. (hening)

Kalau saja om Lukman, mbah Ma'ruf, mbah Quraish, mbah Said, dan om Somad sudah mengenal Sandi dari dulu,.. mungkin mereka tdk perlu bersusah payah menempa hati dan otak bertahun2 untuk belajar agama.

Tinggal temui om Hidayat Nur Wahid saja

Sumber : facebook Aldi Bhumi

Wednesday, September 19, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: