Pesan Saya Atas Rencana Kedatangan UAS ke Cirebon

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Pagi ini, Jum'at, 16 Agustus 2019, saat sedang menulis catatan harian ini, saya sedang berada dalam perjalanan menuju Stasiun Gambir, Jakarta, dari Stasiun Kejaksan, Cirebon. Perjalanan berlanjut ke Bandara Soekarno Hatta lalu nanti sore insya Allah akan tiba di Banda Kuala Lumpur, Malaysia. Saya bersama kiai dan beberapa teman akan berada di Malaysia, selama lebih kurang 10 hari. Buat apalagi kalau bukan buat jihad fi sabilillah. Hehe. Kalau ada kesempatan dan akses yang baik, setiap harinya insya Allah saya akan menuliskan pengalaman dalam bentuk catatan harian seperti biasa. Nah pagi ini, saya sengaja ingin menyampaikan pesan untuk warga Cirebon, khususnya warga Nahdliyin atas rencana kedatangan Ust Abdul Somad (UAS), pada 22 Agustus 2019 mendatang. Sebab pada tanggal tersebut saya sendiri sedang tidak ada di Cirebon.

Saya berharap jika warga Nahdliyin di Cirebon tidak perlu gusar. Kedatangan UAS bahkan merupakan sebuah keniscayaan yang bisa dibilang telat. Saya tidak bisa membayangkan, akan ada berapa ribu jemaah yang hadir dalam acara Tabligh Akbar perdana bersama UAS, yang rencananya akan digelar di kampus Universitas Swadaya Gunungjati (UGJ, dulu Unswagati), Cirebon. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pengajian Ust Hanan Attaki disambut luar biasa. Namun dulu pengajian Ust Bachtiar Nasir digagalkan dan kemudian diganti oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, karena apalagi kalau bukan karena desakan warga Nahdliyin. Ust Bachtiar Nasir ditengarai menjadi salah satu dalang gerakan radikalisme di Indonesia. Sebagai tokoh agama yang getol mengampanyekan penegakan Khilafah Islamiyah. UBN, UAS, UHA dan Ust serupanya memang berada dalam satu gerbong, dengan lokomotif utama penegakan syariat Islam atau Khilafah Islamiyah.

Saya juga berharap para kiai di PCNU Kota dan Kabupaten Cirebon bisa merespon terkait dengan kedatangan UAS ke Cirebon. Sambut dengan baik dan pastikan UAS tetap berceramah dalam konteks NKRI. Para kiai di dua PCNU tersebut bisa dengan leluasa meminta agar UAS menegaskan bahwa dirinya mencintai NKRI dan tidak menghendaki penegakan Khilafah versi HTI, FPI dan versi manapun. Para kiai juga bisa melakukan pernyataan pers di hadapan semua media lokal bahkan nasional, agar ini bisa menjadi teladan untuk daerah-daerah lain. UAS boleh menyampaikan ceramah, tetapi lebih dahulu dengan penyampaian ceramah salah satu dari dua Rais Syuriah PCNU di Cirebon. Saya berharap oleh Dr. KH. Wawan Arwani Amin.

Saya yakin dengan begitu, potensi jemaah yang membludak akan sangat efektif untuk digunakan sebagai sarana edukasi jemaah berkenaan dengan dakwah Islam rahmatan lil'alamin, dakwah Islam Nusantara, dakwah Ahlus sunah wal jamaah An-Nahdliyah. Saya juga berpesan agar sahabat-sahabat Banser Kabupaten dan Kota Cirebon untuk berkoordinasi dengan GP Ansor dan Banser pusat. Semua ini dilakukan agar Cirebon tetap damai dan bersatu. UAS bahkan dijadwalkan akan berduet dengan Buya Yahya, salah seorang pendatang yang telah dianggap ulama dan mempunyai jemaah fanatik yang banyak. Saya pikir itu saja dulu. Doakan saya, doakan Cirebon dan NKRI ya.

Wallaahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Friday, August 16, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: