Pesan Pimpinan : Jangan Ceramah Politik

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Pesan itu saya terima dari pengurus masjid ketika menyambut saya di pintu masjid, ketika saya baru sampai untuk menyampaikan ceramah.

Saya tidak menjawab, cuma senyum saja sambil mengangguk. Usai ceramah, dia ucapkan terima kasih karena telah memperhatikan pesan pimpinannya untuk tidak angkat masalah politik di dalam ceramah.

Bukan apa-apa, sebab kalau sampai ada penceramah yang angkat masalah politik, lalu muncul keributan, yang diposisikan bersalah adalah pengurus majelis taklim. Sering-sering kena tegur bisa-bisa dipecat. Memang pimpinan kami disini ya gitu deh, orangnya rada-rada. Jadi mohon maklum saja, ustadz.

Saya tidak menjawab, tapi saya menunjuk ke seseorang seseorang di antara jamaah. "Yang ente maksud dengan pimpinan itu kan orangnya?".

Si pengurus menjawab,"Ya betul, beliau itu pimpinan kami. Kok ustadz kenal beliau?".

Saya jawab enteng,"Coba tanyakan ke beliau, siapa yang ngundang saya hari ini ceramah di masjid ini?".

Si pimpinan itu mesam-mesem sambil berseloroh,"Ya, ini ustadz Ahmad Sarwat. Saya sendiri yang undang beliau untuk ceramah di masjid kita ini. Soalnya saya sebel sama kamu yang nggak becus kalau cari penceramah. Penceramah yang kamu undang kemarin itu, coba ceramah apa dia?"

"Wah, maaf pak, saya keliru. Ternyata dia bukan ustadz. Bahasa Arab nggak bisa, mondok juga nggak pernah. Tapi ceramahnya di youtube kayaknya mantab sekali. Ternyata dia ustadz asli tapi palsu", jawab si pengurus cari alasan.

"Nah, lain kali hati-hati cari penceramah. Jangan yang suka bikin pecah belah kayak gitu. Masak di mimbar Jumat pakai dukung-dukung paslon ini dan itu. Lu kata ini Gelora Bung Karno?".

"Kalau mau kampanye, sono cari panggung sendiri. Disini kita tidak punya tempat buat begituan", habis lah di pengurus dimarahi sama pimpinan.

Saya menengahi,"Sudah lah kasihan dia sudah mau nangis kayak gitu. Ntar kencing di celana, kasihan lho".

Terus saya pamit. Wassalam

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.,MA

 

Thursday, May 9, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: