Perusahaan diperintah Buat Kanal Atasi Kebakaran Lahan

Ilustrasi

Jambi (RedaksiIndonesia) – Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah Provinsi Jambi untuk mengatasi kebakaran di tanah gambut.

Salah satunya meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi  membuat kanal.

"Untuk perusahaan kita menekankan harus membuat kanal sendiri, sementara lahan masyarakat yang belum ada kanal 'blocking' kita bantu membuatnya," kata Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Makmur.

Kanal "blocking" lebih hemat dan efisien dibandingkan pemadaman dengan cara "waterbombing" karena air di dalam kanal tersebut akan disalurkan dan langsung masuk ke tempat kebakaran sehingga merendam yang terbakar.

Danrem yang juga sebagai komandan Satgas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Jambi menjelaskan, kanal "blocking" itu merupakan upaya ke depan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di lahan gambut sesuai yang diperintahkan Panglima TNI.

Sampai saat ini masih ada empat titik lokasi kebakaran di lahan gambut yang sedang dilakukan pemadaman oleh petugas di lapangan, yakni di Desa Manis Mato, Pematang Raman, Desa Wajok dan Desa Pematang Buluh.

"Saat ini ada sekitar 207 hektare lahan gambut yang masih mengeluarkan asap dan penanganan saat ini kita melaksanakan 'moving up' dengan memadamkan api di permukaan," katanya di Jambi, Minggu (11/10/2015).

"Kanal 'blocking' ini untuk mengatasi kebakaran berikutnya dengan tujuan menyalurkan air guna membasahi lahan gambut yang terbakar," ucapnya.

Danrem menambahkan pemerintah daerah telah membuat kanal "blocking" di empat titik di tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Kanal "blocking" saat ini yang sudah dibuat dengan panjang mencapai 20 kilometer. (Antara)

Tuesday, October 13, 2015 - 10:15