Perubahan Tanggung Jalur Angkot Tanah Abang

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Jam larangan lewat di Jalan Jatibaru akhirnya dikurangi 3 jam

Semula jam 08.00-18.00, sekarang 08.00-15.00.

Sebetulnya, kalo liat tawaran solusi buat para sopir angkot yang merugi selama larangan lewat Jatibaru dilakukan, terlihat bahwa kebijakan penataan Tanah Abang itu berantakan atau sekedar coba-coba. Kalo ada protes diubah.

Apa susahnya sih ikuti saja desain besar penataan yang sudah dirancang pemimpin sebelumnya?

"Gengsi lah, Mar"

Oo..

Apalagi, kalopun jam larangan lewat Jaribaru itu dikurangi 3 jam, tidak menyelesaikan masalah kemacetan di jalan sisi Jatibaru. Jakan Fachrudin misalnya. Para pengguna kendaraan dari arah Slipi dan Tomang mash akan menikmati macet lebih parah akibat penutupan Jatibaru

Rekomendasi Polda Metro nampaknya masih dipandang sebelah mata

Demi 400an PKL, yang trnyata sebagian disinyalir "wakil" pedagang pemilik kios di blok2 perbelanjaan (A-F) dan "orang baru ngga jelas", bukan eks pedagang trotoar, gubernur merasa perlu mengorbankan ribuan orang lainnya, yang berhak atas jalan Jatibaru

400 vs ribuan orang. Demi keber wkwk an..

Yang saya kecewa, kadishub yang saya anggap salah satu orang berprestasi di zaman Ahok, nurut gitu aja kemauan gubernur.

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Saturday, February 3, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: