Perubahan Papua di tangan Jokowi

Ilustrasi

Oleh Ardian Madika

Beberapa tahun lalu saya pernah tinggal menetap kuliah dan kerja di Papua selama duabelas tahun lamanya.

Saya sering berkunjung ke berbagai daerah dan keliling seluruh Pulau di Papua karena tuntutan pekerjaan saat itu.

Dari seringnya mengadakan perjalanan ke daerah diberbagai kabupaten di Papua, saya betul merasakan bagaimana pemerintah saat itu sama sekali tidak ada perhatian dan kepedulian dengan Papua, Papua hanya dijadikan sebagai ladang menguras kekayaan bumi Cendrawasih saat itu tapi soal pembangunan sangat minim.

Sebagai pendatang dari Pulau Sulawesi saat itu saya tidak kaget karena jangankan Papua saat itu, Sulawesi dan Indonesia Timur lainnya memang sama sekali tidak begitu diperhatikan pemerintah pusat.

Saya menyaksikan bagaimana Harga bensin di puncak jaya kisaran diatas 50000 per liter, bagaimana satu sak Semen bisa mencapai 750.000 sampai 1000000.

Saya menyaksikan Bagaimana daerah perbatasan di Skow Jayapura tak ubahnya seperti bilik-bilik barak tentara. Sungguh sangat terlihat Negara tetangga PNG saat itu perbatasannya jauh lebih bagus bangunannya. Seakan PNG saat itu lebih maju daripada Indonesia.

Saat berkunjung ke Perusahaan tambang terbesar di Timika itu saya menyaksikan bagaimana perusahaan itu benar-benar setiap hari menguras hasil bumi Cendrawasih tetapi hasilnya sama sekali tidak sebanding dengan hasil pembangunan yang didapat dari pusat untuk Papua.

Berbagai tuntutan merdeka saat itu dikumandangkan oleh berbagai pihak, terkadang sebagai warga pendatang ditempat itu saya kadang sangat memaklumi tuntutan saudara-saudara itu.

Mereka menuntut keadilan pembangunan disemua bidang, mereka menuntut hasil pembangunan dan bukan cuma dikeruk hasil buminya.

Kini di pemerintahan Pak Jokowi yang baru berumur dua tahun lebih Daerah itu kini menampilkan Wajah baru Harga Bensin yg selama ini timpang disamakan harganya diseluruh Indonesia itulah keadilan.

Listrik yang sangat kurang menyentuh pedalaman Papua perlahan namun pasti semakin dirasakan oleh masyarakat Papua.

Perbatasan yg dulu tak ubahnya sebagai barak-barak tentara kini berubah megah dan cantik.

Jalan Trans Papua kini sementara dikebut dan semakin menunjukkan hasilnya.

Baru dipemerintahan inilah daerah itu benar-benar merasakan sentuhan tangan pemerintah pusat dalam pembangunan yg saman dulu apalagi saman Suharto hanya menjadi daerah Oprasi militer.

Papua Negeri yang cantik nan Indah akan terus bergeliat tak ubahnya seperti burung Cendrawasih menjadi Daerah maju makmur dan tentram

Terharu bila merenung bagaimana Papua jika Pakdhe Jokowi memimpin Bangsa ini dua periode, maka Tentunya Papuapun tidak akan lagi tertinggal dalam banyak hal.

Semoga diperiode berikut Pak Jokowi bisa terpilih lagi dan diberikan kesehatan dan umur panjang, biar bisa menuntaskan pembangunan yang merata diseluruh Pelosok Papua secara kusus dan seluruh pelosok Negeri ini secara umum.

Sumber : Status Facebook Ardian Madika

Friday, June 16, 2017 - 16:00
Kategori Rubrik: