Pertama Di Indonesia, Bayar Bus Pakai Sampah Plastik

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Saat ini warga Surabaya sudah bisa menikmati bus baru yang tak harus selalu bayar dengan uang tunai. Tapi bisa juga bayar dengan sampah plastik, dengan tujuan agar Surabaya makin bersih, serta dapat mengelola sampah dengan baik dan dapat didaur ulang. Tak heran bila ada kota besar lainnya yang sampahnya berserakan di tempat-tempat tertentu, Surabaya justru terlihat semakin elok. Mengajak peduli lingkungan memang harus dicontohkan dari pemimpinnya yang peduli.

Bus ini ramah untuk semua kalangan, karena bus ini mirip dengan bus neoplan yang beroperasi di bandara-bandara besar. Lantainya rendah dan nyaman dilangkahi semua kalangan umur, termasuk anak-anak dan manula, juga sangat ramah bagi penyandang disabilitas. Ada tombol khusus dekat pintu masuk. Jika dipencet, asisten pengemudi akan membantu penyandang disabilitas masuk ke bus. Pada bagian bawah pintu masuk, terdapat tuas yang jika ditarik dapat dilewati kursi roda.

Tak hanya itu, warna merah pada bagian luar bus sangat memanjakan mata. Dengan desain menarik plus logo kampanye digital Bangga Surabaya, bus ini terlihat berbeda dibanding bus-bus lainnya. Untuk interiornya cukup menarik. Bangku penumpangnya terdapat dua warna berbeda. Pada bagian depan, bangku berwarna merah muda artinya area tersebut dikhususkan bagi kaum perempuan.

Adapun pada bagian belakang bus, warna bangku oranye, diperuntukkan bagi laki-laki. Pemisahan area itu untuk meminimalisasi tindak pelecehan seksual di dalam bus. Terkait teknologi, bus ini terbilang canggih. Suroboyo Bus dilengkapi sembilan kamera pengintai di setiap sudut pada bagian dalam bus dan tiga kamera pada bagian luar.

Keberadaan CCTV ini untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang. Di samping itu, pintu bus juga dilengkapi sensor, sehingga bila ada penumpang yang menghalangi, pintu tak akan tertutup. Selama pintu belum tertutup, bus tidak dapat berjalan. Untuk keadaan darurat, bus berukuran lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter tersebut sudah dilengkapi dengan sistem tombol panik. Bila ada kondisi kebakaran atau kecelakaan, pengemudi bus dapat menekan tombol itu, maka alarm akan berbunyi dan pintu bus akan terbuka otomatis.

Bus ini diproyeksikan menjadi angkutan pendukung angkutan massal cepat trem dan LRT. Kedepannya Suroboyo Bus diharapkan mampu mengurangi beban volume kendaraan di jalan, apalagi bus ini bisa dibilang antimacet karena telah terintegrasi dengan sistem pengaturan lampu pengatur lalu lintas, yang otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas.

Terima kasih Bu Risma
Suroboyo pancen keren rek..

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Tuesday, April 24, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: