Persona Non Grata (Orang Yang Tak Diinginkan)

Oleh: Budi Setiawan

 

Tugas Duta Besar adalah menjalin hubungan yang baik antara kedua pemerintahan dan juga kedua bangsa. Namun si Usamah ini merusak fatsun diplomatik yang harusnya dia emban dan dia junjung.

Dia harusnya paham bahwa dalam situasi politik yang makin hangat, komentar yang kontroversial harus dihindarkan apalagi dia secara resmi wakil raja. Namun nampaknya dia kurang ajar.

 

 

Usamah bukan orang bodoh. Tindakannya pasti telah diperhitungkan dengan matang, termasuk dalam berkomentar. Menyebut Banser dan Ansor sebagai organisasi menyimpang jelas merupakan penghinaan yang direncanakan. Karena itu patut dipertanyakan apa agenda Arab Saudi dalam pemilu di Indonesia. Mengapa Usamah bertingkah seperti cecunguk yang tidak tahu sopan santun diplomatik.

Dia sangat paham bahwa Islam adalah isu sensitif yang bisa dimainkan pihak luar untuk memecah bangsa Indonesia demi tujuan global dan tentu saja menguntungkan penyebar isu jika isu itu berkembang. Bisa jadi KSA punya agenda mengobok-obok Indonesia melalui komentar dodol duta besarnya.

Harap diingat, Kerajaan Arab Saudi mengucurkan milyaran dollar untuk merusak Suriah atas nama Islam. Kerajaan ini membiayai teroris dan menyembelih ribuan orang disana. Saudi adalah negara agresor yang menyesengsarakan jutaan rakyat Yaman dan Libya.

Bagi Indonesia, hubungan dua negara biasa-biasa saja. Malahan ada sinyalemen KSA membiayai kampanye Wahabi untuk merusak kehidupan Islami orang Indonesia yang toleran. Saudi juga aljogo pemenggal kepala para TKW kita. Padahal para pejuang devisa itu berusaha menghindar dari majikan Arab mereka yang ngacengan.

Saudi adalah negara bengis yang dengan enteng mencincang warga negaranya sendiri. Dan itu dilakukan di negeri orang.

Ucapan dobol Usamah sangat berbahaya jika dibiarkan dan tidak diperingatkan keras oleh Kementerian Luar Negeri. Jangan sampai komentar kurang ajar itu menjadi pembuka jalan bagi negaranya menjadi sponsor bagi Indonesia menjadi Suriah Kedua..

Kita mesti tegas bahwa kita-lah yang mengamalkan Islam sesuai ajaran Muhammad. Bukan Saudi yang tangannya berdarah dimana-mana tapi teriak dialah menjaga Islam. Saudi bukan panutan ber Islam dengan benar.

Bahlul itu namanya.

Peringatkan Usama atau persona non grata kan dia.

Biar Saudi tahu bahwa menjadikan Indonesia sebagai Suriah kedua adalah mimpi mereka belaka.

Biar Usamah tahu, kita bangsa Indonesia yang bermartabat bukan bangsa Arab yang tega bunuh bapak dan pamannya sendiri.

 (Sumber: Facebook Budi Setiawan)
Wednesday, December 5, 2018 - 10:30
Kategori Rubrik: