by

Perpanjangan IUP Freeport Untuk Siapa?

Oleh: Dahono Prasetyo

Pertemuan Jokowi dengan Chairman Freeport McMoran, Ricard Adkerson menghasilkan “karpet merah” untuk perpanjangan ijin tambang. Meskipun belum penandatanganan resmi, namun nyaris hampir selesai kesepakatannya.

Ijin penambangan Freeport diperpanjang 20 tahun, bukan dari tahun ini, tetapi dari tahun 2041. Artinya Freeport bebas menambang hingga 2061.

Perpanjangan 20 tahun IUPK Freeport bersifat ARO ( automatic roll over ) sesuai revisi UU No. 4/2009 itu lewat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, oleh MK sesuai dengan amar keputusan Nomor 64/PUU-XVIII/2020 pada Pasal 169A yang menyatakan perpanjangan otomatis IUPK dengan syarat tertentu.

Salah satu syarat utama Perpanjangan sesuai UU adalah kewajiban Freeport membangun Smelter.

Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, Jawa Timur, sudah dibangun Smelter tembaga single line terbesar di dunia. Tapi hingga akhir tahun 2023 belum juga selesai dibangun, apalagi beroperasi. Jadi apabila smelter belum berproduksi, apakah Freeport juga berhenti menambang? Barangkali tidak, ekspor mentah jalan terus, semakin lama smelter dibangun (tertunda) sepanjang itulah galian tambang mentah di Grassberg terus diurai di luar.

Persyaratan perpanjangan tidak terpenuhi, maka kesepakatan kontrak perpanjangan IUPK 20 tahun bisa disebut inkonstitusional. Celakanya itu dilakukan di tahun politik, melahirkan banyak praduga politis juga terkait dukungan pihak luar untuk kepentingan suksesi kepemimpinan.

Tambahan 10 % saham Freeport untuk Indonesia dari 51% menjadi 61% ibarat permen karet. Manis di lidah susah ditelan. Iming-iming Freeport berjanji akan membangun smelter lagi di Fak Fak Papua jadi PHP untuk kesekian kalinya. Di Gresik saja sudah overtime, dibayar dengan janji baru di Fak Fak yang entah kapan akan direalisasikan.

Pemerintahan Jokowi mewariskan dongeng kesuksesan merebut 51% saham Freeport, namun masih tersandera oleh skenario kepentingan Amerika di ujung kepemimpinannya. Sebegitunya Prabowo nyapres sampai-sampai tega menyuruh Jokowi ke Amerika untuk “jualan” Freeport?

Singkat saja, urusan Freeport tidak semanis saham 51%. Tahun 2061 apabila selesai ijin pertambangan Freeport, anak-anak Gen Z dan millennial yang kini sibuk dirangkul Prabowo Gibran, hanya diwarisi lubang-lubang tambang beserta limbahnya. Isinya habis karena kita yang dungu atau pintarnya Amerika membodohi kita?
Gitu aja dulu

Sumber : Status Facebook Dahono Prasetyo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. ternyata sama aja semua Presiden takut sama Amrik yg cuma bermodal iming2
    kalo sampe 2061 berarti hampir seabad di sedot Amrik, apa yg di harapkan sisa nya.
    ternyata pameo kekuasaan bikin mabuk benar adanya.

News Feed