Permisi, Remisi

ilustrasi

Oleh : Cintiawaty Lie

Catatan Harian dari penjara

Vonis 4 tahun oleh pengadilan negeri Tangerang terhadap saya, Saifuddin Ibrahim dirasakan tidak adil oleh seluruh teman, gereja, pendeta, penginjil, dan juga pemerhati dari mana-mana, adalah tidak adil.

Tapi bagi mereka bahwa vonis 4 tahun masih ringan, atas perbuatan saya menginjil sopir taksi on line. 
Sebuah perbuatan yang tidak terbukti sebagai pelanggaran di pengadilan, bahwa oleh saksi ahli: Yang harus di hukum ialah yang up-load you tube itu, bukan saya, Saifuddin Ibrahim. Kalau dari sisi UU - ITE, juga tidak memenuhi unsur tindak pidana.

Dan status FB saya tidak menistakan agama, bahwa saya menulis Muhammad berpoligami lebih dari yang diperintahkan Alquran juga tidak bisa dikatakan menista, itu fakta.

Mana yang lebih menistakan, status FB saya atau Alquran yang memerintahkan membunuh Yahudi dan Nasrani?
Hakim kebingungan menjawab pertanyaan kuasa hukum saya.

Lalu isteri saya merayu agar naik banding, karena saya cinta isteri, saya tanda tangan naik banding. Vonis tetap, 4 tahun. Isteri merayu lagi untuk kasasi, tapi sayang isteri, apalagi putri mungil Golda Meir, digendong terus untuk merayu agar naik kasasi. Saya tanda tangan. Dan tepat setahun saya berada di penjara, vonis turun jadi hanya 2 tahun. Jadi kalau di urus PB, maka tinggal 3 bulan lagi saya akan bebas.

Saya sendiri sudah 'senang' melayani di penjara, karena enak dan padat jadwal melatih para penginjil dan menyiapkan pengajaran.

GEMBALA NAPI. 
Sayalah orang paling bahagia di dunia ini. Saya menerima surat dari berbagai penjuru benua dan bermacam-macam bahasa. Tiap bulan ribuan surat bela sungkawa datang menyatakan bahwa iman saya besar. Saya baca semua. Tak terasa air mata menetes dan terharu.
Isi suratnya antara lain, 
Saya bersyukur kepada Tuhan karena kasih mu kepada Kristus. 
Kamu telah bertanding dengan baik. Semoga kamu tetap memegang teguh iman dan mencapai garis akhir. 
Semoga mereka yang menganiaya kamu melihat Yesus didalam hidup mu.
Mazmur 40:9, aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
Roma 8:35, Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Ibrani 12:2, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Your sister in Christ, Sanne. 
Itu sebuah surat dari Amerika.

DALAM penjara saya tetap bersuka cita. Olah raga, baca Firman, menulis buku, mengajar dan tentu saja tetap menginjil.

Saya belum tahu berapa remisi saya. Saya juga tidak memikirkan hukuman ini. Saya juga tidak memikirkan kematian saya, saya hanya memikirkan hidup saya, hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.

Akhirnya saya bangga juga dengan isteri saya, wanita penolong yang dikirim Tuhan untuk membantu saya dalam bersama memberitakan Injil.

Dan... hadiah dari Tuhan, putri tercinta Golda Meir... anak berkat yang lahir ketika saya berada dalam penjara...

Terima kasih Tuhan Yesus atas segala kebaikanMu dalam hidup kami sekeluarga.

Halleluyah 
Indonesia untuk Kristus...

Sumber : Status facebook Cintiawaty Lie

Thursday, August 22, 2019 - 22:30
Kategori Rubrik: