Permainan Pikiran

ilustrasi

Oleh : Deddy Pranajaya

Darimanakah timbulnya benci, dendam, kemarahan, iri hati ?

Bukankah dari permainan pikiran yang terus mengingat ingat luka masa lalu ?

Darimana pula lahirnya luka masa lalu ?

Dari pendengaran, perlakuan orang lain, penglihatan, perasaan ?

Apapun yang didengar, apapun yang dilakukan oleh lain, apapun yang dilihat dari tingkah laku orang lain ; apabila pikiran kita tidak menganalisa semua yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita ; mungkinkah akan tercipta benci, dendam, kemarahan, iri hati ?

Bagaimana dengan perasaan ?

Perasaan pun ada karena adanya permainan pikiran, bukan ?

Adakah luka yang disebut sebagai luka masa lalu, jika tidak ada permainan pikiran yang menganggap hal yang sebenarnya tidak menimbulkan luka, kemudian oleh pikiran yang gelap dianggap sebagai luka ?

Apanya yang terluka ?

Jantung, otak, syaraf, otot, hati, mata, gendang telinga, usus, lambung, dsb ?

Bukankah semua organ dalam tubuh tidak ada satu pun yang terluka ?

Jadi kalau tidak ada satu pun organ dalam tubuh yang terluka, mengapa tetap bersikukuh bahwa telah terluka ?

Ada yang jawab : "Aku tidak terluka, tapi sakit hati !!"

Bukankah jawaban itu juga sebuah permainan lidah dan pikiran ?

Permainan pikiran melahirkan penghakiman ; penghakiman melahirkan pembenaran diri sendiri ; pembenaran diri sendiri melahirkan kebutaan bathin ; kebutaan bathin terlahir dari permainan pikiran ; permainan pikiran muncul akibat kurang mampu / malas melihat kedalam diri sendiri.

Jadi ... berusahalah untuk melihat kedalam diri sendiri, sebelum menyibukkan diri melihat apa yang ada diluar diri sendiri.

Karena terlalu banyak hal tersembunyi didalam diri sendiri, terlalu rumit untuk mengurai apa yang tersembunyi didalam diri sendiri, tapi ketika kita mampu melihat yang tersembunyi didalam diri kita, maka permainan pikiran akan jadi mudah untuk dihentikan.

Dengan berkurangnya permainan pikiran, maka kebahagiaan akan bertambah ; dengan bertambahnya kebahagiaan, otomatis menjalani kehidupan akan bertambah ringan dan indah.

*Kedamaian hidup berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari campur tangan orang lain.*

Orang yang mampu berdamai dengan dirinya sendiri adalah orang yang bahagia lahir dan bathinnya ; sebaliknya orang yang dikendalikan oleh permainan pikirannya akibat ulah orang lain, hanya nampak bahagia dari luar tapi tidak pernah ada kedamaian didalam dirinya.

Coba segera amati diri anda sendiri ... sudahkah kedamaian itu ada didalam diri anda, atau sebaliknya hidup anda penuh kepalsuan ???

Sudah adakah pertalian persaudaraan dan persahabatan yang tulus didalam diri anda ???

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Monday, May 25, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: