Perlindungan Anak

ilustrasi

Oleh : Sulfas Erts Anto

Ini kejadian tahun 2010. Seorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum menerima payung itu. Saya tahu anak itu menawarkan jasanya untuk uang receh.

Di tengah hujan lebat, anak itu berjalan di belakang saya. Saya memperhatikan anak itu basah kuyup. Ada rasa kemanusiaan untuk menariknya dekat dengan saya agar terlindung dari hujan. Anak itu berusaha menolak namun saya merangkul pundaknya. Dia berdekatan dengan saya. Saya bertanya kepada anak itu.

“ Kamu sekolah ? "
“ Iya... “

“Kelas berapa ? "
“ Kelas 5 SD”

Saya perhatikan postur tubuhnya tidak seperti anak kelas 5 SD. Postur tubuhnya sepeti anak kelas 2 SD karena kurus dan kecil.

“ Ada berapa orang kamu bersaudara, Nak ? "
‘ Saya hanya sendiri”

“ Oh kamu anak tunggal ? "
“ Engga tahu. Sedari kecil saya tidak tahu siapa ayah ibu saya.”

‘ Jadi kamu tinggal dimana ?"
“ Di bawah kolong itu “ katanya sambil menujuk arah jembatan layang.

“ Siapa yang masukin kamu sekolah?"
“ Ada kakak kakak yang antar saya masuk sekolah”

“ Siapa yang bayar uang sekolah kamu?"
“ Sekolah engga bayar. Gratis “

“ Beli buku, gimana ?"
“ Ada kakak kakak yang sering datang ke tempat saya tinggal bawain buku."

“ Sekolah kamu jauh dari tempat tinggal kamu ?"
“ Jauh. Di Jelambar.

“ Naik apa ke sekolah ?"
“ Jalan kaki.. "

‘ Terus makan kamu gimana ?"
“ Saya ngamen, cari botol plastik. “

Pembicaraan itu terhenti ketika saya sampai di depan Citraland Mall. Saya member uang kepada anak kecil atas jasanya meminjamkan payung. Anak itu menyalami saya sambil mencium tangan saya. Dia tersenyum senang ketika pergi menjauh dari saya.

Usai urusan di Citraland jam 9 malam, hujan masih turun rintik rintik, dan saya bertahan di pinggir jalan untuk mendapatkan taksi yang kosong. Pada saat itulah mata saya melihat ke arah bawah kolong jembatan layang. Ada seorang wanita sedang bersama sama anak anak kecil. Wanita itu kalau dilihat dari penampilannya dia bukanlah wanita tunawisma. Dia dikelilingi oleh anak anak jalanan. Rasa ingin tahu saya mendesak saya untuk mendatanginya. (Lengkspnya fi komen FB yaaa.....)

Sumber : Status Facebook Sulfas Erts Anto

Tuesday, September 10, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: