Perkosaan Karena Perempuan Tak Berjilbab Itu Bohong

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

 

Saya perhatikan banyak tukang ceramah lebay dan tuna wawasan bahkan sebagian umat Islam yang bilang jika perempuan berjilbab dan berhijab, maka akan terhindar dari pelecehan seksual dan perkosaan.

Pernyataan ini seratus persen hoaks dan ndobos belaka karena tidak sesuai dengan fakta-fakta sosial-empiris dan hasil riset akademik yang terjadi di masyarakat di berbagai negara dan kawasan yang secara ketat menerapkan aturan berbusana bagi perempuan dari Afrika Barat & Utara, Arab / Iran Timur Tengah, sampai Afganistan dan Indo-Pakistan. Saya peprnah menulis tentang ini di Deutsche Welle.

 

 

Negara-negara Barat umumnya , jika tidak semuanya, sangat longgar dalam bertata-busana karena ini bagian dari hak-hak invidu tetapi bukan berarti perempuan bisa dilecehkan dan diperkosa seenaknya. Jangankan memperkosa, ngomong dikit yang bernada melecehkan seksualitas perempuan, jika mereka tersinggung, kalian bisa dibui dan berurusan dengan polisi.

Sementara di berbagai "kawasan Islam", perempuan diatur secara ketat dalam berbusana tetapi hukum lemah, penegak hukum impoten, jadi kaum lelaki "titit belang" bisa berbuat seenak wudelnya sendiri. Hukum banyak ditegakkan untuk mengatur kaum perempuan, bukan laki-laki.

Oleh karena itu jangan heran kalau perkosaan kerap terjadi dan pelecehan terhadap perempuan meraja lela bahkan banyak yang berlindung di balik baju agama demi melampiaskan hasrat dan nafsu mereka.

Jadi, sekali lagi, pelecehan terhadap perempuan dan perkosaan itu bukan karena soal pakaian tapi karena masalah hukum yang nggak beres serta otak dan pikiran yang kotor. Di Barat, melihat perempuan pakai bikini biasa saja nggak pake ngaceng. Tetapi di kawasan Islam yang ketat menerapkan tata-busana, lelaki melihat jempol perempuan saja bisa ngaceng temporal sendat-sendut burung pipitnya.

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

 

(Sumber: Facebook Sumanto Al Qurtuby)

Wednesday, November 21, 2018 - 13:45
Kategori Rubrik: