Perkawinan Angan-angan Jenderal Kardus dan Ulama Kardus

Oleh : Rudi S Kamri

Akhir-akhir ini KARDUS menjadi barang yang IKONIK dan menjadi trending topic. Dulu ada istilah "durian kardus". Sebulan lalu Andi Arief meluncurkan istilah "Jenderal Kardus" untuk melampiaskan kemarahannya terhadap Prabowo Subianto. Dan saat ini saya merespons ke-ngawur-an pengukuhan keulamaan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai "Ulama Kardus".

JENDERAL KARDUS. Jelas hal ini merupakan pelecehan martabat seorang Prabowo Subianto oleh Andi Arief. Meskipun saya sangat mengerti mengapa Elite Partai Demokrat (PD) termasuk Andi Arief kecewa dan marah luar biasa terhadap manuver Prabowo Subianto. Elite PD merasa dikadali dan dibodoh-bodohi. Jenderal kardus mempunyai pengertian orang yang tidak bermartabat, tidak bisa dipercaya dan orang yang tidak mempunyai integritas dan komitmen. Ini suatu serangan yang menohok untuk Prabowo Subianto. Meskipun ungkapan Andi Arief tidak sepenuhnya salah.

ULAMA KARDUS. Saya tidak tahu bagaimana mungkin Mantan Ketua MPR RI dan sekarang menjabat Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Dewan Syuro PKS HIDAYAT NURWAHID menjadi orang yang super ngawur dan kehilangan akal sehat dengan menyebut Sandiaga Uno Lelaki Tulang Lunak sebagai ULAMA ? Saya tidak tahu referensi apa yang dipakai oleh Hidayat Nurwahid saat bicara ngelantur seperti itu. Mungkin dia sedang TIDAK SEHAT waktu omong begitu.

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian ULAMA adalah seseorang yang ahli di bidang pengetahuan agama Islam. Disebutkan juga dalam Wikipedia bahwa ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Dengan 2 pengertian tersebut, di sisi mana seorang Lelaki Tulang Lunak bisa disebut sebagai ulama ? Hellooooo.......

Kalau merujuk dengan pembelaan Hidayat Nurwahid bahwa Sandiaga Uno orang tekun beribadah dan berperilaku baik, bisa jadi hampir semua orang Islam di negeri ini bisa dikategorikan Ulama. Bahkan bisa jadi tingkat keulamaan BANG MAMAT tukang sampah di komplek perumahan saya jauh lebih hebat dibanding Sandiaga. Bang Mamat rajin sholat, ringan tangan dan Bang Mamat juga tidak pernah minta Dewi Persik untuk lepas baju saat menyanyi. Dan Bang Mamat juga tidak pernah nyabu atau konsumsi obat terlarang sepanjang hidupnya.

Ini sekali lagi menunjukkan tingkat ke-ngawur-an yang semakin menjadi-jadi dari Petinggi PKS. Petinggi PKS seakan sudah kehilangan kehormatan dan harga diri saat 9 orang calon wakil presidennya tidak laku dijajakan kemana-mana. Petinggi PKS juga tidak marah saat rekomendasi Ijtima Ulama jilid 1 yang merekomendasikan Ustadz Salim Segaf Al-Jufri orang nomor 1 di PKS sebagai Cawapres tidak digubris oleh Prabowo cs. Bahkan sekarang Hidayat Nurwahid memuji-muji Sandiaga Uno sebagai "ULAMA". Apakah mungkin isu deal posisi jabatan Wagub DKI Jakarta dan uang mahar Rp 500 Milyar itu benar adanya ? Saya tidak tahu......

Kardus dalam pengertian sarkastik adalah "abal-abal" atau palsu. Saya hanya tidak bisa membayangkan andai pasangan Jenderal Kardus dan Ulama Kardus menjadi pemimpin Indonesia. Secara faktual sejarah mencatat seorang Prabowo Subianto adalah seorang prajurit TNI yang tidak mampu meneruskan karier militernya dengan mulus dan tuntas. Dia dipecat atau diberhentikan oleh Pimpinan TNI (d/h ABRI) atas rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dengan alasan salah satunya karena dianggap terlibat secara aktif dalam kegiatan penculikan beberapa aktivis pergerakan mahasiswa dalam periode 1997 - 1998. Dan semua orang waras di dunia akhirat tahu pasti bahwa Sandiaga Uno amat sangat jauh sekali dari pengertian figur ulama.

Semua ke-ngawur-an ini mudah-mudahan justru menjadi signal kuat bagi kita semua untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin negeri. Jangan sampai kita mau dipimpin oleh MANUSIA KARDUS. Indonesia ini terlalu besar untuk menjadi pertaruhan coba-coba manusia kardus. Kita membutuhkan Pemimpin Visioner yang sudah terbukti rekam jejaknya untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Kita membutuhkan Wakil Pemimpin negara yang mempunyai kapabilitas keulamaan yang benar-benar mumpuni bukan ulama rekayasa atau abal-abal.

Tapi biarlah perkawinan DUO KARDUS terjadi di dunia maya atau di dunia angan-angan para pendukung fanatiknya. Tidak ada salahnya mereka berangan-angan, bukan ?

Salam Satu Indonesia,

 

Sumber : facebook Rudi S Kamri
 

Friday, September 21, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: