Peringatan Tahun Baru Haram? Yakin?

Ilustrasi

Oleh : Surya Hamidi

Wahaboy: "Bolehkah kita peringati tahun baru masehi?"

Tomat: "Gak boleh, tahun Masehi itu dari kata al-Masih. Al-Masih itu adalah Isa bin Maryam. Itu tahun orang kristen."

Udin: (nyeletuk) "wah berarti angka 212 kemarin salah besar, tad. Kan dari hitungan kalender Masehi? Kenapa gak pakai kalender Hijriyah aja?"

Tomat: "dasar murid gemblung, berani2nya kamu menyela perkataan ustad paling kondang dan paling ngerti fikih kontemporer."

 

Wahaboy: "lanjut, tad. Kalau tahun baru islam boleh gak kita peringati dan rayakan?"

Tomat: "boleh sekali, kita harus meriahkan tahun baru islam sbg tandingan tahun baru kristen."

Udin: "lah kan gak ada dalilnya untuk memperingati tahun baru islam? Orang tahun hijriyah di zaman Abu Bakar aja blom ada, apalagi di zaman nabi? Masa iya ada dalil untuk peringati tahun baru islam? Lalu apa bedanya kita dgn Nasrani? Man tasyabbaha biqawmin fahuwa minhum. Kita ngikut2 nasrani juga. Mereka peringati dan rayakan tahun baru, kita meniru2 mereka juga."

Tomat: (gigit sendal)

Sumber : Status Facebook Surya Hamidi

Sunday, December 31, 2017 - 17:45
Kategori Rubrik: