Peretasan Situs Setkab: Peringatan Untuk PDI-P dan Presiden Jokowi

 

Oleh: Ninoy E Karundeng

Situs Sekretariat Kabinet Presiden RI diretas oleh hacker. Peretasan ini sebagai peringatan buat PDIP, juga Rieke Dyah Pitaloka dan Masinton Pasaribu. Sekaligus peretasan itu sebagai dukungan kepada Presiden Jokowi. Dipastikan, jika mau, pelaku akan diketahui oleh Polri dan jajaran Lembaga Sandi Negara (LSN) – karena hanya menggunakan cara plug in CMS (content management system). Itu jika mau dan perlu.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi selama ini mendapatkan dukungan luar biasa dari para hackers – yang selalu bekarja secara positif dari seluruh dunia. Mari kita telaah peretasan pertama situs milik negara ini sebagai peringatan bagi PDIP dan Presiden Jokowi dengan hati gembira ria riang sentosa bahagia suka-cita senang menari menyanyi berdansa pesta-pora senantiasa selamanya. Peretasan situs Setkab baru sekali terjadi dan hanya peretasan percobaan.

Peretasan itu memiliki makna penting bagi PDIP dan Presiden Jokowi. Seperti diketahui, jangankan situs di Indonesia, situs Pentagon dan bahkan situs pemerintah Inggris dan Israel pun pernah diretas oleh hackers.

Istilah hackers mengacu pada kemampuan peretas baik untuk tujuan baik atau pun buruk. Hackers sesungguhnya menjadi peretas ketika bersentuhan dengan hukum atau melanggar hukum atau berseberangan dengan kepentingan penguasa. 

Kumpulan Hackers bernama the Anonymous telah beraksi melawan ISIS atau Daesh setelah serangan bom di Beirut dan Paris. Serangan the anonymous hackers melumpuhkan ribuan situs ISIS atau Daesh. Serangan the anonymous pun ditujukan kepada situs Donald Trump yang bersikap rasis terhadap Muslim. Peretasan situs Setkab hanyalah peringatan kepada PDIP yang tengah bertindak ugal-ugalan kepada Presiden Jokowi.

Sekaligus peretasan itu sebagai dukungan terselubung kepada Presiden Jokowi untuk tetap terus bertindak tegas, cerdas, dan tepat terkait berbagai isu. Dukungan para peretas di dunia pun membentengi berbagai situs penting termasuk situs lembaga negara di Indonesia.

Hampir tak ada satu pun negara yang terbebas dari ancaman peretasan. Yang terjadi pada peretasan situs Setkab hanyalah peretasan biasa yakni memanfaatkan plug in CMS yang bukanlah pula semacam distributed denial of service (DDOS) yang membuat sebuah situs sama sekali hilang dari internet. Kembalinya situs Setkab beroperasi pun berkat hacker yang membuka kembali situs tersebut. Maka dalam hal peretasan situs Setkab, itu merupakan peringatan kepada PDIP agar tidak ugal-ugalan seperti yang ditunjukkan oleh Rieke Dyah Pitaloka dan Masinton Pasaribu yang gaya-gayaan sok-sok-an padahal tak memahami hukum negara.

Sekaligus itu dukungan kepada Presiden Jokowi agar tetap berada di trek yang benar membela kepentingan rakyat, bukan para koruptor. Peretasan itu hanyalah testing the water akan keberadaan para peretas yang mengawal situs-situs para pemimpin dunia yang benar, termasuk Presiden Jokowi. Jadi menjadi tidak terlalu penting bagi Polri dan Setkab untuk menemukan pelaku peretasan. Yang terpenting adalah pesan hackers kepada PDIP seperti Rieke Dyah Pitaloka dan Masinton Pasaribu dan bahwa  Presiden Jokowi masih dilindungi dan didukung bahkan oleh para hackers.

 

Sumber: kompasiana

 

Friday, December 25, 2015 - 18:30
Kategori Rubrik: