Perempuan Negara Lain

ilustrasi

Oleh : Agus Amarullah

Perempuan Afganistan tak diizinkan mengungkap nama asli mereka. Ketika perempuan menikah, namanya tidak tertera di undangan pernikahannya.

Saat sakit, namanya tidak muncul di resep dokter. Bahkan jika meninggal, namanya tidak muncul pada sertifikat kematiannya.

[BBC News Indonesia]

••••

Begitulah nasib perempuan di negara yang didominasi kaum Islam garis keras, Taliban.

Gerombolan yang menghalalkan penyerangan atas pemerintahan yang sah, mengharamkan musik dan bioskop, gemar menghancurkan tempat ibadah agama lain seperti tragedi penghancuran patung Buddha, Bamiyan.

Produk fiqih mereka pun selalu mencerminkan wajah Islam yang kaku dan patriarki. Hukum pancung dan potong tangan adalah yang ingin mereka terapkan di sana atas nama syariat Islam.

| Mas, ciri-ciri kaum seperti itu kok sering lihat juga di negara kita ya.

Ember...!!!

| Jadi apa yang harus kita lakukan, Mas?

Pertama, kita harus bersyukur hidup di negara Indonesia ini yang lebih memuliakan hak-hak perempuan dibanding negara mereka.

Kedua, kita lawan dengan apa yang kita bisa agar perempuan Indonesia tetap terjaga.

| Wuih, semangat amat bicara perempuan Indonesia.

Ssstt... Diam kau..!!!
Biniku ada di samping dan ngintip terus apa yang aku tulis.

Sumber : Status Facebook Agus Amarullah

Thursday, July 30, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: