Perempuan Melecehkan Dirinya Sendiri

ilustrasi

Oleh : Mimi Hilzah

Hasratku tetiba meluap-luap pengen gabung di grup KBM supaya bisa berkomentar membabi buta di sana.

Baca sebuah postingan satire soal marital rape yang dishare seorang kawan. Tulisannya bagus, satire tapi sangat jelas maksudnya. Si penulis mendudukkan poin-poin penting perlakuan apa saja yang masuk dalam kategori menjurus kepada kekerasan rumah tangga maupun pemerkosaan sambil mengajak kita berpikir, benar tidak kita sebagai perempuan akan rela menerima dengan alasan kewajiban sebagai istri dan tunduk pada pembenaran bahwa seorang istri halal saja mau diapakan secara apapun oleh suaminya.

Tapi komen-komennya ya Lord... Dan mayoritas ditulis oleh perempuan!

•Makanya nyari suami yang jelas agamanya...

•Mungkin suami istri yang diceritakan di tulisan di sini agamanya bukan Islam.

•Sahabat sekalian, kiranya malulah jika menceritakan masalah rumah tangga.

•Alhamdulillah di dalam agama kami Islam sudah jelas aturannya dalam pernikahan. Jadi tidak perlu kuatir ada istilah pemerkosaan.

•Salah pilih suami sih, sama seperti salah pilih pemimpin.

•Ya kalau ndak mau berhubungan sesuai kehendak suami, ijinkan jajan di luar. Siap-siap juga dipoligami ya...

•Menikah bukan soal itu saja. Masih banyak amalan-amalan lain.

•Saya mah rela diperkosa suami yang penting halal, sehat, sah. Daripada suami poligami atau jajan di luar dengan wts.

***

Ya Allah, inginku berkata kasar....

Sumber : Status Facebook Mimi Hilzah

Saturday, September 28, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: