Perempuan Bercadar

Ilustrasi

Oleh : Agus Salim

Maraknya aksi dan video permpuan bercadar minta di peluk demi meyakinkan masyarakat bahwa cadar bukan simbol terorisme, bahwa cadar hangat dan penuh kasih sayang, bahwa cadar menjaga bhineka dan toleransi, membuat saya menahan tawa, ya saya menahan ketawa sebab masih teringat dengan hangat bagaimana perlakuan mereka sebelum terjadinya aksi bom teroris, umumnya mereka menutup diri dengan tetangganya yang non cadar, mereka hanya bergaul dengan kelompok mereka saja, perempuan yang dulunya biasa saja setelah bergabung dengan pengajian cadar ini cenderung berubah 180 derajat, dari yang terbuka menjadi menutup diri, dari yang suka marhabanan, yasinan, ziarah wali, justru berbalik membenci, menganggap amaliahnya yang dulu adalah bid'ah dolalah dan hanya dauroh, ustadz dan kelompoknya saja yang lurus yang sesuai qur'an , hadis dan tuntunan nabi.

Masih ingat berita tentang perempuan cadar yang jatuh dari motornya kemudian ada laki-laki dengan sigap hendak menolongnya, apa kata perempuan itu? dengan nada marah perempuan cadar itu menolak "jangan sentuh saya, bukan muhrim!!!". Tak tahu terima kasih, Atau berita security ATM yang menghentikan perempuan cadar masuk bilik ATM, sesuai prosedur pak satpam meminta perempuam cadar itu melepas cadarnya ketika di dalam bilik ATM, apa reaksi perempuan cadar itu? Dia marah, menganggap security anti islam, menista islam dan lain-lain, tak tahu aturan. Dan yang terbaru adalah perempuan cadar yang memelihara banyak anjing di rumahnya, apa reaksi perempuan cadar lainnya yang merasa paling suci ini, perempuan cadar penyayang anjing di tuduh sebagai kafir yang menyamar yang hendak menjelekkan islam, di tuduh liberal yang hendak menjatuhkan islam, di hujat sedemikian rupa, apakah perlakuan demikian berlaku pada perempuan cadar pelaku bom teroris? Tidak, justru mereka membuat aksi peluk-peluk tanpa mengutuk perempuan cadar pelaku bom itu seperti kutukan pada perempuan cadar pemelihara anjing, logikanya memelihara anjing tidak membunuh orang lain, tapi bagi kelompok cadar ini adalah aib dan kesalahan fatal, pelaku boleh di hujat dan di kutuk, tapi melakukan aksi bom bunuh diri menelan korban jiwa di anggap sepele, cukup dengan aksi PELUK AKU demi menjaga eksistensi cadar.

Bercadar itu baik, tidak ada larangan dalam islam, tapi jika sudah bercadar dan merasa diri paling baik, paling suci, dan menganggap muslimah non cadar islamnya tidak kaffah, menganggap non muslim berpakaian terbuka sebagai pelacur, itu sangat tidak baik, bukan salah cadarnya, ia hanya selembar kain, yang salah adalah caramu berguru pada orang yang merasa tauhidnya paling murni, islamnya paling kaffah, dan menganggap orang lain sesat, neraka dan antek kafir, pemahaman seperti itu yang salah. Lantas ketika orang-orang yang dulu kau hujat itu sekarang paranoid pada cadar kemudian kalian berusaha meyakinkan mereka bahwa perempuan cadar adalah penuh kasih sayang, damai, dan menjaga bhineka, itupun setelah perempuan cadar meledakkan diri dan tertangkap mau melakukan aksi penusukan anggota brimob.
Halooo.... kalian kemana saja selama ini??? Setelah sekian lama kalian memojokkan muslimah non cadar dan perempuan non muslim, sekarang saat kalian terpojok kalian minta di peluk oleh mereka.

Saran saya, bercadarlah tapi dengan pemahaman islam indonesia yang melestarikan tradisi dan budaya, bercadarlah tapi junjung tinggi toleransi, bercadarlah dengan semangat nasionalisme, bercadarlah tapi tetap sebagai orang indonesia yang menjaga bhineka, tunduk pada aturan hukum negara, patuh pada adat masyarakat dan memiliki tenggang rasa pada tetangga, jangan menutup diri, jangan mengutuk sistem hukum negara, jangan menghujat yang lainnya.

Sumber : Status Facebook Agus Salim

Monday, May 21, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: