Perempuan Afgan

ilustrasi

Oleh : Han Dyani

Baca dari sebuah situs online yang memberitakan tentang kaum perempuan di Afganisthan...

Perempuan Afganistan tak diizinkan mengungkap nama asli mereka... Ketika perempuan menikah... Namanya tidak tertera di undangan pernikahannya...
Saat sakit... Namanya tidak muncul di resep dokter... Bahkan jika meninggal... Namanya tidak muncul pada sertifikat kematiannya...

[BBC News Indonesia]

Seperti itulah 'penghilangan' identitas perempuan yang sekaligus hilangnya hak2 perempuan...

Padahal pada tahun 70 - 80an... Perempuan2 Afganisthan seperti perempuan Indonesia tahun 90an yang masih mengenakan pakaian biasa tanpa gamis... hijab apalagi cadar...
Saat itu perempuan Afganisthan boleh sekolah... bekerja dan berkarir apa saja...
Pelan tapi pasti perempuan Afganisthan digiring untuk tidak punya hak apapun atas dirinya sendiri... Mereka hanya jadi 'budak' kaum pria... Harus diam saja bahkan menerima saat dipoligami karna ditakut2i dan diiming2i surga...
Mereka tidak boleh bekerja dan berkarir...
Mereka tidak boleh punya keinginan dan harus mematikan perasaannya...
Wanita dianggap hanya seonggok daging yang tidak punya hati yang harus dibungkus rapat2 supaya tidak terlihat dan dikenali...

 

Awalnya para perempuan Afganisthan itu didoktrin untuk berhijab... setelah itu 'dipaksa' bercadar...
Selanjutnya satu persatu langkah2 penghilangan identitas perempuan Afganisthan dipaksakan...
Maaf kalo aku bilang langkah2 penghilangan identitas perempuan di Afganisthan sekarang sedang diterapkan di Indonesia...
Disini baru sampai pada langkah hijabisasi menuju ke cadarisasi...
Dan aku ga mau jadi bagian yang ikut mensukseskan gerakan yang membuat wanita Indonesia tidak punya hak atas dirinya sendiri...

Saat anakku akhirnya berhijab karna tidak kuat pada intimidasi dan 'paksaan' lingkungan dan pergaulannya...
Aku hanya bisa bilang :
" Cukup sampai disitu jangan sampai bercadar... Karna saat kamu bercadar maka pelan tapi pasti orang2 akan melupakan wajahmu... Melupakan siapa kamu sebenarnya..."

Video ini menggambarkan bagaimana perempuan2 di negara2 yang dulunya indah... tentram dan damai yang sekarang hancur dan kaum perempuannya dihilangkan identitasnya...
Perempuan2 itu dulu tampil apa adanya... Mereka ceria dan bahagia...
Sangat jauh berbeda dengan perempuan2 di negara yang sama tapi beda keadaan sekarang...

Sumber : Status Facebook Han Dyani

Saturday, August 1, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: