Perbudakan

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Tiga hari lalu saya diundang pengajian online oleh tim Buya Syakur, Wamima TV. Pengajian membahas femininisme. Keren ya kajiannya? ini suatu kehormatan dan saya seneng...

Ada beberapa tafsir Buya Syakur yang out of the box soal Islam. Jarang kyai yang berpikir begitu.
Begini. Sebelum nabi turun, lelaki Arab boleh kawin berapa saja. Lalu dibatasi empat saja. Itu kemajuan besar. Dan itu tahap awal perubahan. Generasi berikutnya harusnya lebih baik, kawin hanya dengan satu saja. Bukan malah melestarikan poligami...
Berikutnya soal perbudakan.
Saat itu perbudakan jadi budaya. Jadi hal biasa dalam masyarakat. Lalu nabi mengajak membebaskan budak. Tahap awal Islam tidak melarang secara drastis tetapi secara bertahap memerdekakan dengan membeli.

Harapannya pada generasi berikutnya perbudakan akan dihapus melanjutkan upaya memerdekakan itu. Bukan malah dilestarikan...dan wanita boleh diperlakukan seperti budak seperti yg dialami para TKW.
Bahkan beliau mengajak agar syarat wanita kalau mau menikah harus disetujui wali itu bisa dihilangkan. Karena kalau masih begitu wanita belum bisa menentukan pilihannya sendiri alias tidak merdeka.

Begitu kira2...

Sekilas bahasan di atas sudah kuno atau bukan hal baru. Tapi menurut saya di tengah upaya beberapa orang yang ingin 'memurnikan' ajaran Islam dengan.meniru persis cara hidup nabi pada abad 7, penafsiran Buya Syakur ini mencerahkan...Nggak heran Gus Dur bilang Buya Syakur ini satu dari 3 ulama pintar...kyai kampung tapi cara berpikirnya jauh melampaui orang kampung..

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, August 7, 2020 - 21:45
Kategori Rubrik: