Perbincangan Seputar Pindah Agama

ilustrasi

Oleh : Ditya Danes

Soal transfer transferan umat ini saya mau cerita sedikit.

Di keluarga besar saya ada 2 aliran yang mengalir, Keluarga besar bapak saya Islam, keluarga besar ibu saya Kristen. Soal anggota keluarga mutasi dr kristen ke islam atau islam ke kristen bukan hal yang baru, saya sudah melihatnya sejak kecil.

Salah satu yang unik adalah keluarga pakdhe saya (kakak ibu). Pakdhe saya ini Kristen sejak lahir, kemudian menikah dengan budhe saya yang semula muslim dan budhe memutuskan memeluk agama kristen.

Mereka dikarunia 2 putri yang tentunya beragama kristen. Nah ternyata dalam perjalananya kakak sepupu saya ini menikah dengan orang Islam, kakak saya membuat keputusan untuk memeluk Islam, sesuai agama calon suaminya. Untung pakdhe ini orangnya moderat, mempersilahkan apapun keputusan anaknya selama itu bisa dipertanggung jawabkan.

Setelah beberapa tahun menikah, kakak sepupu saya bercerai. Walaupun bercerai, kakak sepupu saya tetap memeluk Islam sampai sekarang dan mantan suaminya yang semula Islam pindah Katolik karena menikah lagi.

Bingung? 

Beberapa tahun kemudian, budhe sakit parah. Kurang lebih 6 bulan setelah sakit, beliau meninggal. Budhe meninggal dengan keyakinan seorang kristen.

Pakdhe menduda hingga pensiun, kemudian menikah lagi. Calon istrinya adalah muslim. Akhirnya pakdhe pindah keyakinan, memeluk agama Islam. Tidak lama setelah menikah pakdhe menunaikan ibadah haji, dan gelar haji disandangnya sampai beliau meninggal.

Pakdhe saya yang semula kristen meninggal dengan keyakinan Islam, budhe saya yang semula Islam meninggal dengan keyakinan Kristen.

Ini baru cerita dari satu keluarga. Belum dari keluarga lainnya

Makanya saya menganggap biasa aja orang orang yang keluar masuk agama. Tidak ada yang perlu diglorifikasi sekalipun memeluk agama saya. Pembuktian itu urusan dia dan tuhannya. Tidak ada seorangpun yang bisa menebak jalan hidup manusia.

Sumber : Status Facebook Ditya Danes

Sunday, July 14, 2019 - 18:00
Kategori Rubrik: