Perbedaan Urf Mengubah Hukum

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Kasus halal haramnya ucapan natal yang sejak dulu jadi tema diskusi hangat, oleh Habib Ali Al Jufri ditengahi dengan penjelasan unik, yaitu adanya perbedaan 'urf di masa lalu.

Kebanyakan ulama klasik mengharamkan ucapan selamat natal. Dan fatwa ini benar mengingat bahwa sesuai 'urf di masa itu, bahwa ucapan itu sama saja mengimani ajaran Kristiani.

Makanya di masa itu, kaum Kristiani pun tidak pernah mengucapkan selamat lebaran kepada kita. Alasannya, karena secara 'urf, sama sajaengimani aqidah Islam.

Tapi zaman berubah. Menurut Habib Ali Al Jufri, 'urf kita hari ini tidak mengaitkan ucapan selamat dengan aqidah, tapi kaitannya dengan perbuatan baik. Jadi menurut beliau, tidak mengapa kita mengucapkan selamat natal.

Al-Azhar dan Darul IFTA Mesir membolehkan hal itu dan tidak mengkafirkan pelakunya.

Namun banyak juga kalangan yang masih keukeuh mengharamkan. Soalnya fatwa dari era klasik masih banyak dikutip. Apalagi semangat anti Kristen di sebagian kalangan masih ada disana-sini.

Saya pribadi tidak mengucapkan selamat natal kepada kaum Kristiani. Bukan berarti saya ikut yang mengharamkan, tapi kita juga harus lihat kasusnya dulu.

Ada teman saya muallaf, seluruh keluarganya masih Kristen. Berat rasanya kalau tidak ucapkan selamat. Disitulah saya katakan, nih ada fatwa Habib Ali Al Jufri.

Tapi lain lagi dengan si Coki teman saya jua. Dia marah-marah, gara-gara ada orang salah kira. Dikiranya Coki yang penampakannya sekilas mirip dari Indonesia Timur non muslim.

Orang itu dengan santainya mengucapkan Selamat Natal kepadanya. Eh, gue muslim ini, tampilan memang rada Ambon, tapi gini-gini gue anak pesantren. Hafal 10 juz.

Oh sori Om, kirain non muslim. BTW, nih hari Jumat kok nggak Jumatan ya?

Oh eh iya ini saya kan musafir, eh muallaf. Halah

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Tuesday, November 24, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: