Perang Terhadap Radikalisme dan Terorisme

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin

Kita berharap dgn dipilihnya Bpk Tito K
( Mendagri ), Bpk Mahfud MD
( Menkopulhukam ), Bpk Fachrul Razi
( Menteri agama ) dan Bpk Prabowo
( Menhan dan semoga sudah tobat ) , sebagai Menteri oleh Presiden Jokowi , kita berharap Bpk Presiden Jokowi dan para Menteri ini sgt serius memerangi kelompok2 radikal, kelompok2 teroris di negara kita Indonesia, memberantas menumpas mereka semua, perang terhadap radikalisme, terorisme.

Dan saya sendiri tidak meragukan atas keseriusan Presiden Jokowi , Bpk Tito K, Bpk Mahfud MD, Bpk Fachrul R dan demikian juga yg kita harapkan dgn Bpk Prabowo ( Semoga sudah menyadari bahwa musuh kita bersama adalah kelompok radikal, teroris dan bukannya dirangkul ).
Dan kami sangat mendukung.

Saya setuju dgn peryataan ketua NU Bpk KH. Said AS bahwa kita ini sudah darurat radikalisme, terorisme dan ini adalah fakta dan bagi siapa yg bilang umat islam tersakiti dgn perkataan radikalisme berarti dia sendiri adalah pendukung radikalisme, terorisme.

Pasca penusukan Bpk Wiranto sudah 40 lebih teriris yg ditangkap, 2 diantaranya adalah Polwan dan semuanya dari kelompok JAD, kelompok JAD ini sgt berbahaya karena banyak yg menjadi dalang bom bunuh diri.
Sedikit ttg JAD :
Pada th 2014 Aman Abdurrahman memanggil sejumlah pengikutnya untuk melakukan pertemuan di LP Nusa Kambangan, diantaranya Abu Musa, Zainal, M.Fachri dan Khaerul Anwar, untuk membentuk JAD yg berafiliasi dengan ISIS. Aman menunjuk Abu Musa menjadi pemimpin atau amir, sedangkan Zaenal ditunjuk Amir/pemimpin jemaah Jawa Timur dan pada Nov 2014 Zainal mulai membentuk JAD Jatim yg memiliki kepengurusan, ketua, sekretaris, bendahara serta kehumasan.

JAD ( Jamaah ansharut daulah ) adalah pecahan dari JAT ( Jamaah ansharut tauhid ) yg didirikan oleh Abu Bakar Baasyir pd 27 Juli di Solo dan menyatakan dukungan terhadap ISIS.
Yang pd awalnya JAD didirikan oleh segelintir orang sakit jiwa, Aman A dan temannya, sekarang ada berapakah jumlah anggotanya ?
Menurut pengamat teroris Indonesia Al Chaidar, menyatan bagwa kelompok JAD yg berafiliasi dgn ISIS tsb anggotanya diperkirakan 34 ribu orang yg tersebar diseluruh provinsi Indonesia dan semakin kuat.
Polisi mengambarkan penyebaran kelompok teroris JAD kebih masif dibanding kelompok teroris JI, hal tsb lantaran JAD membangun sistem yg terstruktur didunia maya, yaitu medsos dan sebesar 90% baiat mereka adalah secara online.

JAD ini adalah kelompok teroris yg berbahaya, doktrin mereka kpd pengikutnya adalah :
Jihad dan mati syahid, perjuangan yg diperintahkan Allah untuk mendirikan negara islam, diluar kelompok mereka adalah kafir, menumpahkan darah dgn bom2 bunuh diri yg diperintahkan Allah dan jika mati akan langsung masuk surga dapatkan 72 bidadari.
JAD ini adalah kelompoj teroris yg berbahaya, yg melakukan bom bunuh diri dan penyerangan kpd Polisi jebanyakan adalah mereka, seperti :
- Dalang bom Thamrin 2016.
- Dalang aksi Gereja Oikumene Samarinda 2016.
- Dalang bom terminal kampung melayu 2017.
- Serangan Mapokres Surakarta 2016.
- Bom Panci Bandung, 8 Juni 2018.
- Serangan Mapolda Riau 2018.
- Bom bunuh diri 3 Gereja Surabaya oleh satu keluarga, suami istri dgn 4 anaknya dan dang suami yg bernama Dita adalah ketua JAD Jawa Timur.

Radikalisme, terorisme adalah sangat berbahaya, menghancurkan kerukunan beragama, menghancurkan kemanusiaan, menghancurkan kehidupan.
Jadi jika ada yg berbicara bahwa wacana Anti Radikalisme menyakiti hati umat islam, maka orang tsb adalah pendukung radikalisme, terorisme.

Radikalisme, terorisme adalah sangat berbahaya, JAD, HTI, JAT, JI, MMI, dll harus diberantas, harus ditumpas dari bumi Nusantara, kami sudah hidup rukun, damai dan tentram dibawah naungan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan kami tidak perlu yg namanya negara agama, jami sudah punya Pancasila.

SALAM DAMAI.
#LAWANRADIKALISME.
#LAWANTERORISME.
#KAMITIDAKTAKUT.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Saturday, October 26, 2019 - 20:00
Kategori Rubrik: