Perang Terbuka Lawan Corona

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Sejak serangan awal covid19, dimana Eropa lebih awal menjadi korban keberutalan virus yg mematikan ini, saat itu kita masih cengengesan, seolah mengabaikan bahwa virus sudah datang didepan mata. 

Tak lama kemudian kita mengalami juga. Tiga bulan sudah kita head to head dgn corona, segala upaya dilakukan dari mulai kepanikan, melakukan persiapan, menerima bantuan, membuat peralatan, dan sekarang kita mulai membiasakan bhw musuh ada di depan.

 

Langkah pemerintah yg taktis cukup melegakan walau pastilah masih banyak kekurangan. Bekerja di bawah tekanan dalam persiapan yg serba kekurangan belum lagi hantaman makian dari dalam cukup merepotkan, untung saja langkah mereka bs terbaca, apa maunya. Berpura-pura sok peduli kepada bangsa, namun sejatinya mereka menunggangi corona utk mengambil kesempatan melemahkan pemerintah. Mereka adalah pemain lama yg menghirup darah bangsanya.

Gugus tugas dan semua aparat dikerahkan utk menghentikan corona, hanya saja bangsa yg masih rendah kedisiplinannya ini sulit ditertibkan dan cukup menyusahkan, puncaknya PSBB harus dilakukan, tapi waktunya tidak boleh terlalu lama karena dampaknya akan melemahkan sendi ekonomi dan masa depan anak bangsa, selain juga tak kuat biayanya.

Tiga bulan berjalan musuh harus kita biasakan berseliweran tapi kita hrs dalam koridor kewaspadaan. Ibarat perang sekarang sdh terukur musuhnya siapa, kita juga sdh punya senjata penangkalnya, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak aman, tidak masuk pada kerumunan, apalagi yg tidak penting. Apakah semua itu sudah membuat kita aman, tentu tidak, dan sampai kapan, entah pula, jawabannya belum ada bersamaan obat yg belum tersedia. 

Ibarat ancaman kita harus membiasakan hidup bak di zona perang seperti Yaman dan Palestina, kapan saja rumahnya bisa kejatuhan bom, bahkan saat belanja di pasar banyak amunisi nyasar. Pertanyaannya mau berapa korbannya, tergantung sejauh mana kita mewaspadai musuh kita dan seberapa disiplinnya kita menjalani keseharian aktifitas kita, jangan bilang kita gak perlu takut, anda pasti kukut dijemput maut. Oleh karenanya harus terus membawa senjata kita melawan corona. Cuci tangan sesering mungkin, pakai masker, jaga jarak, jangan membuat dan masuk kerumunan orang banyak, makan makanan sehat, olah raga. 

SELAMAT BERPERANG, CORONA DATANG KITA TENDANG, INSYAALLAH KITA MENANG. TAPI KALAU ANDA TDK DISIPLIN INSYAALLAH JADI PECUNDANG.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, May 20, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: