Peran BIN dalam Pengamanan Presiden Saat Lawatan Ke Afganistan

Ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyelesaikan kunjungan kenegaraannya di Asia Selatan. Kunjungan ini dimulai dari Sri Lanka, kemudian dilanjutkan ke India, Pakistan, Bangladesh dan ditutup dengan kunjungan ke Afghanistan. Dari 5 negara yang dikunjungi ini, Afghanistan masuk dalam kategori Sangat Berbahaya. Kita sudah melihat foto bagaimana reaksi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bersujud di lantai kabin pesawat Kepresidenan, Indonesia One, saat pesawat sudah berada di ketinggian yang aman dan bebas dari ancaman Surface to Air Missile (SAM). Seperti tulisan beta sebelumnya bahwa Ini adalah sebuah ekspresi ucapan syukur Komandan Paspampres sekaligus kelegaan atas keberhasilan mereka mengamankan perjalanan Jokowi ini. Tetapi keberhasilan Paspampres mengamankan kunjungan Jokowi ke Afghanistan ini tidak mungkin dipisahkan dari kerja keras yang
dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Sesuai dengan UU Nomer 17/2011 tentang intelijen negara, BIN merupakan alat negara yang menyelenggarakan fungsi intelijen dalam negeri dan luar negeri, yaitu penyelidikan, pengamanan dan penggalangan, yang tujuannya adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan Intelijen dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional. Intinya adalah BIN merupakan indera yang memberikan masukkan kepada Presiden dalam mengambil langkah-langkah strategis.

Nah, dalam kunjungan Jokowi ke Afghanistan, kira-kira bagaimana peran BIN?

Tanpa membuka rahasia negara dan/atau melanggar prinsip-prinsip OpSec/PerSec (Operational Security/Personal Security) kira-kira begini peran BIN secara garis besarnya:

1. Tahap Awal – 
Saat perintah turun untuk mempersiapkan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan, BIN sesuai fungsinya kemungkina akan membentuk task force khusus demi kunjungan ke Afghanistan dengan fungsi untuk melakukan analisa tentang ancaman (threat assessment) yang aktual dan potensial. Threat Assessment ini akan menghasilkan gambaran tentang apa itu ancaman yang sedang terjadi di Afghanistan, siapa orang-orang atau kelompok yang terlibat di dalamnya, bagaimana jejaring mereka dan apa trend dari ancaman tersebut. Hal ini akan dipakai sebagai bahan pertimbangan awal

2. Tahap Persiapan – 
Ini tahap dimana komunikasi dilakukan dengan pemerintah Afghanistan untuk mematangkan agenda kunjungan. Di tahap ini, detail kunjungan mulai dibentuk. BIN akan mulai melihat dan memonitor komunikasi, baik terbuka maupun tertutup tentang kunjungan ini, bukan hanya di Afghanistan, tetapi juga di Indonesia. Kenapa di Indonesia juga dimonitor? Karena bisa saja kelompok radikal di Indonesia memanfaatkan instabilitas dan banyaknya kelompok-kelompok teroris di Afghanistan untuk menyerang Jokowi saat berada di sana. Pemetaan ini akan menghasilkan gambaran apakah ada informasi terbatas dan/atau rahasia yang sudah diketahui publik, baik dari Indonesia ke Afghanistan, maupun yang bocor dari aparat keamanan Afghanistan sendiri yang berpotensi menghasilkan insiden ala Green on Blue Attacks. Kondisi di dalam negeri Indonesia khususnya aktifitas organisasi-organisasi radikal akan dijadikan referensi apakah ada peningkatan komunikasi antara Indonesia dan Afghanistan. Koordinasi juga tentu dilakukan dengan lembaga-lembaga intelijen asing yang ada di Afghanistan khususnya dari negara-negara koalisi.

3. Tahap Pematangan – 
Ini tahap dimana scenario dibangun bersama-sama dengan Paspampres berdasarkan hasil analisa intelijen terkini. Di tahap ini, opsi jalur udara dan metode pendaratan akan disetuju dan dimatangkani, opsi mobilisasi dari bandara ke titik-titik pertemuan disetujui dan dimatangkan termasuk opsi-opsi cadangan. Di tahap ini BIN akan berfungsi memberikan informasi dan analisa yang kemudian diolah oleh Paspampres dalam melakukan Mission Planning. Ini adalah tahap Go/No Go.

4. Tahap Eksekusi – 
Ini adalah tahap dimana Jokowi tiba di Afghanistan. BIN akan berada dalam status high alert dan kemungkinan akan
melakukan monitoring signal elektronik (Signal Intelligence) untuk mendeteksi apakah ada trafik komunikasi yang diluar dari trend, termasuk apakah saat kunjungan ada trafik komunikasi yang mencurigakan.

Kesuksesan BIN dalam mengamankan kunjungan Presiden Jokowi tentu merupakan prestasi ekstraordinari dari KaBIN, Budi Gunawan dan para deputinya yang terlibat langsung dalam mempersiapkan salah satu misi yang paling berbahaya yang pernah dilakukan oleh Presiden Jokowi atau Presiden-Presiden Indonesia sebelumnya termasuk Presiden Soeharto ke Kosovo.

Kalau ada yang membandingkan dengan kunjungan Soeharto ke Kosovo, berdasarkan pengalaman beta di Afghanistan, kunjungan Jokowi ke Afghanistan ini jauh lebih berbahaya karena tipe ancaman (threat) yang lebih kompleks. Di Kosovo, ancaman yang dihadapi oleh Presiden Soeharto adalah ancaman konvensional yang trendnya lebih gampang dipetakan dan trajektorinya lebih mudah diprediksi. Di Afghanistan, ancamannya adalah asimetrik termasuk infiltrasi dari kelompok-kelompok teroris ke dalam struktur angkatan bersenjata Afghanistan yang lebih sulit untuk dipetakan dan diprediksi trajektorinya.

Kunjungan Presiden Jokowi ini semakin lebih bahaya lagi karena sifatnya bukan merupakan kunjungan mendadak dan/atau rahasia, tetapi kunjungan yang sudah dipublikasi sebelumnya sehingga memberikan peluang bagi Taliban/AQ maupun kelompok-kelompok teroris lainnya untuk merencanakan dan melakukan serangan.

Kesimpulannya adalah Pak Jokowi memang sangat berani, tetapi beliau tidak akan ceroboh dan/atau selfish untuk pergi ke
Afghanistan demi pencitraan semata yang berpotensi mencelakan dirinya dan anggota rombongannya. Jokowi tetap pergi ke Afghanistan karena beliau yakin akan analisa dan kemampuan BIN yang dikepalai Pak Budi Gunawan dan pengamanan yang dilakukan oleh Paspampres.

Selamat atas Job Well Done, Pak BG. Mission Accomplished Badan Intelijen Negara.

Salam dari Iraq
#IndonesiaTanahAirBeta

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Friday, February 2, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: