People Power Dan Curang

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Menduga pihak lain CURANG itu adalah akumulasi dari prasangka buruk.

Dua sumber primer rujukan kita dalam menjalani hidup ini, jelas-jelas melarang adanya prasangka buruk karena termasuk dosa. Dan itu kita lakukan pada bulan puasa dengan menggebu-gebu?

Ada faktor yang membolehkan kita berprasangka buruk, yaitu jika bukti dan data sudah ada pada kita dan berasal dari sumber yang kita dapatkan sendiri, serta valid. Itupun belum tentu teruji kebenarannya ketika tesis tersebut kita sampaikan kepada orang di luar kita.

Jika kita membedah terminologi prasangka secara logika, prasangka adalah sesuatu yang berasal dari alam pikiran kita dan hanya berputar di ruang pikiran saja.

Tapi jika prasangka itu sudah kita ucapkan, apalagi diumumkan di media sosial tentu ia bukan prasangka lagi, tetapi sudah berubah menjadi tuduhan. Sebuah tuduhan, wajib kita sampaikan dengan bukti, bukan hasil informasi media sosial yang tidak jelas kebenarannya. Dan jika ternyata tuduhan tersebut tidak teruji, maka ia berubah menjadi fitnah.

Yang terjadi, kita sibuk ingin membuktikan pihak lain curang dalam pilpres berdasarkan informasi yang kita terima melalui media sosial dan transaksi elektronik karena merasa pilihan kita kalah, lalu bicara tentang teknologi informasi yang sangat tinggi bahkan mau menggunakan ahli IT segala.

Sementara dilapangan proses rekapitulasi berjenjang dari desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi dilakukan secara MANUAL, berlangsung dan telah selesai.

Proses rekapitulasi yang dilaksanakan secara manual tersebut, diikuti, ditanda tangani, dan disahkan bersama-sama oleh semua pihak, termasuk saksi dari pasangan calon.

Dari semua jenjang rekapitulasi, belum terdengar adanya keributan karena kecurangan yang kita duga dan tuduhkan hingga proses rekapitulasi tersebut terganjal, gagal, atau tidak ditandatangani oleh saksi paslon, kemudian hasilnya tidak bisa dikirimkan kejenjang yang lebih tinggi.

Lalu yang kita sebut curang itu di mana? Apalagi rekapitulasi terakhir di KPU pusat juga menggunakan sistem manual berdasarkan rekapitulasi yang sudah disahkan bersama di tiap jenjang di bawahnya.

Anehnya, jika hasil rekapitulasi manual nanti disahkan lalu diumumkan pada tanggal 22 Mei menyatakan pilihan kita yang menang, prasangka buruk tadi pasti berubah menjadi prasangka baik. KPU tidak lagi curang, tapi JUJUR.

Selamat berbuka...

#people_power_apa_people_koplak?

Sumber : Status Facebook Munawar Khalil

Saturday, May 11, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: