Penyebar Hoax Di Jabar Mengaku Termakan Isu

Ilustrasi

RedaksiIndonesia-Pelaku penyebar hoax, Wawan Kandar (36), mengaku menyebarkan berita bohong di media sosial karena termakan isu. Wawan yang merupakan Ketua RW itu salah satu tersangka kelompok Bandung, penyebar berita bohong yang ditangkap Patroli Siber Bareskrim Polri.

Dalam akun Facebook Lavender miliknya dan grup RW, Wawan diduga menyebarkan informasi penculikan terhadap ulama dan isu PKI. Unggahan itu berupa "Mayoritas China itu memang babi, bahkan China cacat mau mati dikursi dan pakai pempres pun ikut nyoblos semua itu demi penguasa NKRI". Sedangkan yang lainya diduga berisi "PKI Bangkit, Penculikan Ulama (hilangnya seorang Ustaz di daerah Cimuncang, Garut)"

Wawan mengatakan awalnya berita bohong itu didapatnya dari tersangka Yadi Hidayat (34) kelompok Garut. Dari pesan itu kemudian disebar di grup RW tempat tinggalnya.

"Saya dapat kiriman WA (Whatsapp) japri dari saudara Yadi. Kemudian saya kirim kembali ke grup di lingkungan," ujar Wawan.

Wawan mengaku menyebarkan berita bohong itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungannya. Apalagi, tersebar kabar adanya penganiayaan ustaz di Jawa Barat.

"Tidak ada motivasi apa apa, hanya untuk keamanan di lingkungan saja. Untuk jaga jaga di lingkungan saja. Langsung kami adain ronda. Berdasarkan kejadian di wilayah Jabar terutama di Bandung," ujar Wawan.

Wawan mengakui informasi penculikan ulama dan Isu PKI itu tidak benar. Ia mengaku hanya terhanyut dalam isu itu karena tengah viral. "Tidak (adanya informasi penculikan ulama). Kalau penganiayaan ada, mungkin terbawa isu, itu termakan isu," ucapnya.

Sementara itu, Yadi mengaku mendapatkan info itu dari salah satu televisi nasional. Seperti Wawan, Yadi menyebarkan berita bohong itu juga untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Waktu kejadian itu di TV, ada tayangan pemberitaan penculikan ustaz malam itu juga ada yang share. Disebar ke Facebook dan grup WhatsApp untuk kehati-hatian saja," ucap Yadi.

Sebelumnya, Patroli Satgas Siber Bareskrim Polri mengatakan tengah menyelidiki kelompok penyebar ujaran kebencian dan berita bohong di Jawa Barat. Kelompok ini disinyalir muncul berkaitan dengan pilkada serentak mendatang.

Sumber : Detik.com

Wednesday, February 21, 2018 - 23:45
Kategori Rubrik: